Landak, Gesuri.id – Anggota Komisi XII dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Dr. (H.C) Drs. Cornelis, M.H kembali membuktikan komitmennya kepada masyarakat di Kalimantan Barat.
Setelah berulang kali melayangkan kritik keras terkait pemerataan infrastruktur dan aliran listrik dalam rapat kerja bersama kementerian di Senayan, Cornelis turun langsung menyambangi kantor PLN ULP Ngabang, Kabupaten Landak, pada Rabu (25/2).
Baca: Ganjar Ingatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan atensi khusus sekaligus mencari solusi konkret bagi warga Desa Paloan dan Desa Rabak, Kecamatan Sengah Temila, yang hingga kini belum tersentuh aliran listrik PLN.
"Saya lantang menyuarakan ini di Senayan, saya tidak hanya bersuara tapi juga bertindak. Karena ini menyangkut hajat orang banyak, yang harus dipenuhi hak dasarnya," tegas Cornelis.
Langkah taktis mantan Gubernur Kalimantan Barat ini langsung mendapat respons cepat dari pihak PLN.

Di hari yang sama, tim teknis PLN ULP Ngabang langsung bergerak turun ke lapangan guna melakukan survei kelayakan dan teknis di dua titik krusial, yakni Dusun Binuang dan Dusun Tatahan.
Cornelis menekankan bahwa akses listrik adalah kunci bagi kemajuan sumber daya manusia dan ekonomi di daerah pelosok.
"Negara harus hadir hingga ke dapur rakyat. Listrik adalah kebutuhan primer untuk pendidikan anak-anak kita dan penggerak ekonomi di desa. Kita terus berkomitmen untuk listrik hingga ke pelosok. " tambahnya.

Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Sudah lama, warga di kedua dusun tersebut terpaksa bertahan dengan penerangan seadanya saat malam tiba. Kini, berkat sinergi antara Cornelis dan PLN ULP Ngabang, harapan akan hadirnya cahaya terang ke pelosok desa mulai menemui titik terang.
"Kolaborasi dengan PLN ini adalah bentuk komitmen kita bersama. Saya akan terus mengawal proses ini sampai lampu-lampu di rumah warga Binuang dan Tatahan benar-benar menyala, PLN ULP Ngabang juga sangat cepat respon, saya yakin komitmen ini akan terwujud" tutup Cornelis.

















































































