Ikuti Kami

Dilaporkan ke MKD, Masinton: Rakyat Menunggu Kejujuran Luhut

Rakyat menunggu transparansi dan pertanggungjawaban pejabat pemerintah atas big data 110 juta rakyat.

Dilaporkan ke MKD, Masinton: Rakyat Menunggu Kejujuran Luhut
Ilustrasi. Luhut Binsar Panjaitan (kiri), Masinton Pasaribu (kanan).

Jakarta, Gesuri.id - Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menanggapi laporan Koordinator Relawan Indonesia Bersatu Risman Hasibuan ke MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) DPR RI dengan santai. 

Baca: Adian Minta Ketua BEM SI Baca Penculikan-Pembunuhan Era Orba

Politisi PDI Perjuangan itu justru terus menagih agar Luhut Binsar Panjaitan dapat membuka apa yang dimaksud dengan analisis big data penundaan Pemilu.

Big data itu, kata dia, tengah ditunggu oleh masyarakat untuk dibuka. Sebab, masyarakat dituding menginginkan wacana penundaan Pemilu jika berkaca pada analisis big data itu.

"Kebohongan informasi tak bisa ditutupi dengan mobilisasi sentimen primordialisme SARA, tekanan dengan pelaporan. Rakyat menunggu transparansi dan pertanggungjawaban pejabat pemerintah atas big data 110 juta rakyat," kata Masinton saat dihubungi Senin (18/4).

Anggota DPR Masinton Pasaribu dilaporkan ke MKD karena kritik keras ke Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Medcom.id/Anggi)

Di sisi lain, Masinton mempertanyakan dasar hukum Risman melaporkannya ke MKD. Sebab, ia beranggapan bahwa pelaporan itu tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Sehingga, ia memilih tidak berkomentar banyak soal laporan tersebut dan menganggapnya sebagai sebuah panggung sirkus pelawak.

"Mohon maaf saya enggak tanggapi laporan sirkus lawak-lawak. Apa legal standing-nya melaporkan?" ucap Masinton.

Baca: Amien Rais Minta Luhut Mundur? Wewenang Presiden Jokowi

Ia mengemukakan Risman yang melaporkannya seharusnya membawa big data yang diklaim Luhut. Jika seperti itu, Masinton baru akan mengapresiasinya.

Masinton berpandangan keterbukaan informasi soal big data terus ditunggu masyarakat. Hal itu juga dinilai akan diapresiasi oleh publik.

"Rakyat menunggu kejujuran bukan mobilisasi laporan," tegas Masinton.

Quote