Ikuti Kami

Sebungkus Tape Perantara Doa: Pertemukan Rizal dengan dr. Sofyan Tan

Cobaan hidup yang berat tak membuat Asyuni dan suaminya, Muhammad Rizal, berputus asa.

Sebungkus Tape Perantara Doa: Pertemukan Rizal dengan dr. Sofyan Tan
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan Tan

Medan, Gesuri.id – Tak pernah putus harapan, Asyuni Azramsyah selalu memanjatkan doa pada sepertiga malam usai salat tahajud. Doanya sederhana: ia merindukan sang buah hati, Hamzani Mubaraq, dapat merasakan bangku kuliah.

Cobaan hidup yang berat tak membuat Asyuni dan suaminya, Muhammad Rizal, berputus asa. Sejak lulus SMA pada Mei 2026 lalu, ijazah Hamzani belum bisa diambil akibat menunggak uang sekolah selama enam bulan. Mimpinya untuk melanjutkan pendidikan pun hampir pupus.

Takdir mulai berubah ketika Muhammad Rizal bertemu dengan dr. Sofyan Tan di tepi Jalan Sunggal, akhir pekan lalu. Saat anggota DPR RI tersebut melintas di depan lapak tapenya, Rizal tanpa ragu menghampiri sosok yang dikenal warga sebagai pejuang pendidikan itu. Ia mengutarakan kegelisahan tentang anaknya yang ingin berkuliah namun terhalang ijazah yang tertahan.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Pertemuan singkat yang berlangsung kurang dari dua menit itu begitu membekas di hati Sofyan Tan. Hatinya tersentuh menyadari bahwa hanya berjarak 100 meter dari sekolah yang didirikannya 39 tahun lalu serta kampus megah yang berdiri gagah, masih ada warga kurang mampu yang kesulitan mengakses pendidikan.

Hari berganti, sebungkus tape pemberian Rizal terhidang di atas meja. Sofyan Tan termenung dan mengaku tak bisa tidur nyenyak karena terus teringat wajah sang penjual tape. Ia lantas meminta tim staf ahli di Rumah Aspirasi dr. Sofyan Tan untuk mencari keberadaan serta memvalidasi kondisi ekonomi keluarga tersebut.

Hasil verifikasi lapangan menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Rizal dan Asyuni tinggal di rumah kontrakan sederhana yang dinding dalamnya belum dicat dan dinding luarnya belum diplester. Lebih menyentuh hati lagi, Hamzani terpaksa bekerja banting tulang demi mengumpulkan rupiah untuk menebus ijazahnya yang sudah empat bulan tertahan.

Melihat kondisi tersebut, Sofyan Tan memutuskan untuk melunasi tunggakan sekolah Hamzani menggunakan dana pribadinya. Ia juga mengarahkan agar Hamzani segera mendaftar beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Namun, kendala baru muncul. Keluarga yang berdomisili di Jalan Setiabudi Gg. Untung No. 4, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang tersebut terdata dalam Desil 6–10, yang mengategorikan mereka sebagai keluarga mampu sehingga tidak berhak menerima beasiswa.

Tanpa menunda waktu, Sofyan Tan meminta timnya segera mengurus perbaikan data desil melalui Badan Pusat Statistik (BPS). Dokumen pribadi dilengkapi, kondisi rumah dipotret dari berbagai sudut, serta bukti rekening listrik 900 VA dilampirkan.

Hanya dalam waktu kurang dari 12 jam, gerak cepat BPS berhasil memverifikasi ulang status keluarga Rizal dan Asyuni ke dalam kategori desil rendah, sehingga Hamzani resmi memenuhi syarat sebagai calon penerima beasiswa.

“Setiap malam saya beristirahat dan berdoa tahajud, berharap anak saya bisa kuliah dan ijazahnya bisa diambil. Hari ini, berkat Pak Sofyan Tan, doa saya dijawab. Terima kasih banyak, Pak,” ujar Asyuni meneteskan air mata haru.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Saat bertemu Sofyan Tan di Kampus Satya Terra (ST) Bhinneka, Sabtu (26/9), Rizal dan Asyuni tak mampu menahan rasa haru. Merek tidak pernah menyangka akan mendapat uluran tangan yang begitu tulus. Kini, anak mereka sudah dapat mendaftar sebagai mahasiswa.

“Saya sampai hari ini masih merasa seperti bermimpi,” tutur Rizal sambil mencubit pipinya.

Dalam pertemuan tersebut, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa bantuan yang ia berikan murni bentuk ketulusan tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Ia tidak pernah membedakan latar belakang suku, agama, maupun ras.

“Saya ingin tanggal 25 September 2026 kemarin menjadi titik awal bagi anak Bapak dan Ibu untuk bangkit, tekun belajar, hingga kelak sukses dan mampu mengangkat derajat keluarga. Ketika sudah sukses nanti, bantulah orang lain yang membutuhkan tanpa memandang latar belakangnya,” pesan Sofyan Tan.

Quote