Ikuti Kami

DPRD Kotim Ancam Batalkan Proyek Tahun Jamak

DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur mengancam akan membatalkan pelaksanaan proyek tahun jamak jika tidak segera dilakukan pelelangan.

DPRD Kotim Ancam Batalkan Proyek Tahun Jamak
Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Muhammad Jhon Krisli.

Sampit, Gesuri.id - Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Muhammad Jhon Krisli mengancam akan membatalkan pelaksanaan proyek tahun jamak jika tidak segera dilakukan pelelangan.

"Sesuai kesepakatan bersama antara legislatif dan eksekutif seluruh proyek tahun jamak harus dilelang sebelum Desember 2018, jika nanti masih ada ditemukan program proyek tahun jamak yang belum dilelang maka akan dibatalkan," katanya di Sampit, Jumat (26/10).

Baca: DPRD Kotim Desak Pemerataan Pembangunan Kesehatan

Menurut Jhon, sampai saat ini dari puluhan program proyek tahun jamak yang direncanakan baru beberapa yang telah dilelang dan proses pekerjaan.

"Proyek yang saat ini dalam proses pelaksanaan seperti proyek tahun jamak peningkatan fasilitas pada rumah sakit dr Murjani Sampit, mall pelayanan publik satu atap, ruas jalan Cempaga Mulia Barat menuju ke Desa Satiruk," katanya.

Jhon mendesak pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur agar segera melakukan pelelangan terhadap proyek program tahun jamak agar tidak ada yang dibatalkan.

"Sesuai kontrak kerja yang telah disepakati, proyek tahun jamak dikerjakan selama tiga tahun, jadi kalau ada program yang lelangnya di lakukan pada 2019 maka dipastikan melanggar aturan. Untuk itulah program tersebut harus di lelang sebelum Desember 2018," kata politisi PDI Perjuangan ini.

Dikatakan, ada enam program proyek tahun jamak yang sampai saat ini belum di proses lelangnya.

Keenam proyek tahun jamak yang belum proses lelang tersebut masing-masing adalah pekerjaan ruas jalan Tjilik Riwut, perbaikan dan penataan drainase dalam Kota Sampit, peningkatan ruas jalan Samekto, penanganan objek wisata pantai Ujung Pandaran, sikuit balap motor, kemudian pembangunan gedung untuk pelaksanaan expo.

"Dari puluhan proyek program pembangunan tahun jamak tersebut diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp600 miliar dan pekerjaannya akan berakhir pada 2020," ungkapnya.

Baca: DPRD Kotim Minta Waspadai Membludaknya Pendaftaran CPNS

Pembayaran proyek program tahun jamak akan di lakukan setiap tahun anggaran, dan setiap tahun anggaran diperlukan biaya sebesar Rp100 miliar hingga Rp130 miliar lebih.

"Program pembangunan proyek tahun jamak sendiri ada untuk menyiasati pembangunan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur tetap berjalan setiap tahunnya, selain itu melalui program tersebut juga untuk menghemat anggaran serta disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah," demikian Jhon.

Quote