Kubu Raya, Gesuri.id - Wakil Ketua I DPRD Kubu Raya dari Fraksi PDI Perjuangan Zulkarnain memberikan apresiasi atas keberhasilan program Karya Bakti TNI yang telah merampungkan pembangunan Jalan Poros Ekonomi sepanjang 3,5 kilometer di Desa Rasau Jaya II.
Menurutnya, program tersebut terbukti efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung konektivitas dan aktivitas perekonomian warga.
“Dengan adanya Karya Bakti TNI ini, kami khususnya di lembaga DPRD sangat mengapresiasi kelancaran pembangunan yang ada. Ide yang disampaikan oleh Pak Bupati untuk membangun jalan poros melalui Karya Bakti ini sangat menguntungkan masyarakat. Dengan anggaran yang digunakan, hasil pembangunan yang didapat luar biasa,” kaya Zulkarnain, Selasa (13/1).
Zulkarnain menilai, program Karya Bakti TNI merupakan terobosan yang menguntungkan dari sisi efisiensi anggaran dan kualitas hasil pembangunan. Ia menyebut, dengan alokasi anggaran yang sama, pembangunan jalan melalui mekanisme karya bakti mampu menghasilkan capaian yang lebih panjang dibandingkan pengerjaan dengan skema biasa.
Dia menambahkan, melalui karya bakti TNI, pembangunan jalan yang dihasilkan bahkan bisa mencapai 50 persen lebih panjang dibandingkan dengan pengerjaan melalui mekanisme biasa dengan anggaran yang sama. Hal ini, menurutnya, menjadi indikator kuat bahwa program tersebut layak diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Kubu Raya.
“Dari sisi pengawasan dan penganggaran, kami sangat mengapresiasi hal-hal seperti ini. Program ini terbukti efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
Politisi PDI Perjuangan itu pun berharap pelaksanaan program Karya Bakti TNI tidak hanya terbatas pada satu atau dua lokasi saja, melainkan dapat diperluas ke lebih banyak wilayah. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk melakukan pemetaan kebutuhan infrastruktur jalan secara menyeluruh di seluruh kecamatan.
“Kalau perlu di sembilan kecamatan ini, kami minta pemerintah daerah memetakan saja. Mana wilayah yang memang masih membutuhkan jalan yang panjang, masyarakatnya padat, sehingga jalan poros ekonomi bisa terbangun di semua kecamatan,” jelasnya.
Menurut Zulkarnain, pembangunan jalan poros ekonomi yang merata akan memberikan dampak signifikan terhadap percepatan pembangunan daerah.
Infrastruktur jalan yang memadai diyakini mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian dan usaha, serta membuka akses menuju pusat-pusat ekonomi baru.
“Jika infrastruktur jalan dibangun secara merata, percepatan pembangunan pasti terjadi dan dampaknya bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

















































































