Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti menegaskan, partainya memiliki komitmen kuat terhadap pemberdayaan perempuan.
Hal ini tercermin dari kepemimpinan perempuan di tingkat nasional, baik di internal partai maupun dalam pemerintahan.
“Ini menjadi bukti bahwa perempuan punya ruang besar untuk berkiprah dan mengambil peran strategis,” ujarnya.
Baca: Jangkar Baja Nilai Ganjar Pranowo Sosok Yang Otentik & Konsisten
Tak hanya soal kepemimpinan, PDI Perjuangan juga memberi perhatian serius terhadap isu kesehatan perempuan dan anak.
Salah satu fokusnya adalah penanganan stunting melalui penguatan gizi keluarga.
Menurut Erma, perempuan memiliki peran sentral dalam mencetak generasi berkualitas sehingga edukasi terkait kesehatan dan pemenuhan gizi menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Di sisi lain, isu kekerasan terhadap perempuan juga menjadi perhatian. Erma menyebut partainya terus mendorong kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan.
“Perempuan harus dilindungi, diberi ruang untuk berkembang, dan tidak lagi menjadi korban,” tegasnya.
Mengikuti perkembangan zaman, PDI Perjuangan juga mulai menggalang gerakan perempuan melek media digital.
Literasi digital dinilai penting agar perempuan mampu memanfaatkan teknologi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, hingga penguatan jejaring sosial.
“Digitalisasi membuka banyak peluang. Perempuan harus bisa mengambil bagian di dalamnya,” imbuhnya.
Semangat ini, lanjut Erma, sejalan dengan nilai-nilai perjuangan Kartini yang berani mendobrak tradisi patriarki.
Pada masanya, Kartini memilih untuk belajar, keluar dari batasan sosial, meski berada dalam tekanan budaya.
Baca: Ganjar Membuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif
Dia bahkan mendirikan sekolah sebagai upaya membuka akses pendidikan bagi perempuan.
“Nilai-nilai itulah yang terus kami bawa. Perempuan harus berdaya sesuai dengan kemampuan masing-masing, punya akses pendidikan, dan kesempatan yang sama untuk maju,” tandasnya.
Dengan berbagai program tersebut, PDI Perjuangaan Tulungagung berharap perempuan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.

















































































