Ikuti Kami

Evaluasi Program MBG: Komisi IX DPR Panggil BGN Buntut Keracunan Massal 516 Santri di Sidoarjo

Lebih lanjut, Edy mendorong BGN untuk serius mempelajari seluruh kasus keracunan MBG yang pernah dilaporkan sebelumnya.

Evaluasi Program MBG: Komisi IX DPR Panggil BGN Buntut Keracunan Massal 516 Santri di Sidoarjo
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Edy Wuryanto.

Jakarta, Gesuri.id — Komisi IX DPR RI bereaksi keras atas insiden keracunan massal yang menimpa ratusan santri di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Sebagai bentuk fungsi pengawasan ketat, lembaga legislatif ini berencana memanggil Badan Gizi Nasional (BGN) guna mengevaluasi secara menyeluruh standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rencana pemanggilan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Edy Wuryanto, dalam program Breaking News KompasTV, Rabu (2/9/2026). Ia menegaskan bahwa lembaganya akan segera menjadwalkan rapat khusus untuk meminta pertanggungjawaban serta membedah akar permasalahan dari rentetan kasus keracunan yang terjadi.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

"Kami pasti akan mengundang di Komisi IX, mungkin minggu ini atau minggu depan, kan ini masa sidang juga, sehingga nanti akan kita bahas secara menyeluruh di Komisi IX sebagai bentuk pengawasan DPR terhadap program MBG ini," ujar Edy.

Lebih lanjut, Edy mendorong BGN untuk serius mempelajari seluruh kasus keracunan MBG yang pernah dilaporkan sebelumnya. Evaluasi tidak boleh hanya berfokus pada penanganan jangka pendek, melainkan harus menyasar aspek mendasar pada tata kelola rantai pasok dan kebersihan makanan.

Ia mengingatkan agar setiap kebijakan strategis yang diambil oleh BGN ke depan wajib berlandaskan pada data dan riset lapangan yang akurat (evidence-based policy), bukan sekadar reאָsi birokratis setelah insiden terjadi.

"Dengan begitu, penanganan itu berbasis evidence-based. Jadi, jangan kemudian policy-nya dulu baru evidence-based-nya, tapi evidence-based-nya dulu baru policy," tegasnya.

Melalui evaluasi mendalam ini, DPR berharap terbentuk ekosistem tata kelola program MBG yang andal, higienis, dan benar-benar teruji keamanannya sebelum didistribusikan kepada anak-anak sekolah maupun santri di berbagai daerah.

Sebelumnya, insiden dugaan keracunan massal usai menyantap menu MBG di Ponpes Manba'ul Hikam, Sidoarjo, pada Selasa (1/9/2026), memicu perhatian luas dari kepala daerah setempat.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

Bupati Sidoarjo, Subandi, mengungkapkan bahwa total korban yang mengalami gejala keracunan mencapai 516 orang. Para korban umumnya mengeluhkan pusing, nyeri perut yang hebat, hingga sesak napas. Mereka langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit rujukan di Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Kendati demikian, Bupati Subandi memastikan bahwa kondisi mayoritas korban saat ini telah menunjukkan pemulihan yang signifikan. Sebagian besar pasien bahkan sudah diizinkan kembali ke pondok pesantren, sementara sisanya tinggal menunggu proses observasi lanjutan.

"Yang masih di rumah sakit, ini kurang lebih 88 pasien. Insyaallah hari ini nanti sudah bisa keluar semuanya. Bisa keluar semua karena kondisinya sudah membaik semuanya. Ini tinggal kita nunggu pemulihan saja," pungkas Subandi, Rabu (2/9/2026).

Quote