Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menilai Bali harus menjadi prioritas anggaran mengingat daerah tersebut merupakan wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Termasuk, penyumbang devisa terbesar sektor pariwisata nasional.
Evita mengatakan kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata Indonesia mencapai sekitar 44 persen di tahun 2024, angka yang menunjukkan betapa strategisnya peran Bali dalam menopang ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan UMKM dan ekonomi kreatif.
Baca: Ganjar Pranowo Ungkap Masyarakat Takut dengan Pajak
"Namun demikian, besarnya kontribusi tersebut harus diimbangi dengan dukungan anggaran yang proporsional dari pemerintah pusat," kata Evita di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurut dia, Bali tidak bisa hanya dibebani target kunjungan wisatawan yang tinggi tanpa dukungan fiskal memadai untuk menjaga kualitas destinasi dan daya saing globalnya.
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) ini menyampaikan bahwa berbagai tantangan nyata dihadapi Bali saat ini, mulai dari persoalan pengelolaan sampah, kemacetan, tekanan terhadap lingkungan dan budaya lokal, hingga kebutuhan peningkatan infrastruktur serta konektivitas kawasan wisata.
"Semua agenda strategis tersebut membutuhkan dukungan APBN yang lebih kuat dan berkelanjutan, tidak bisa hanya mengandalkan APBD," kata dia.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Dia menegaskan bahwa penguatan Bali adalah agenda nasional. Untuk itu, Komisi VII DPR pun akan mengawal agar kebijakan dan alokasi anggaran untuk sektor pariwisata, khususnya destinasi strategis seperti Bali, benar-benar sejalan dengan kontribusi yang diberikan terhadap ekonomi negara.
"Investasi untuk Bali bukan semata kepentingan daerah, melainkan investasi untuk menjaga reputasi dan daya saing Indonesia di tingkat global," katanya.

















































































