Ikuti Kami

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Salatiga Sidak SPPG, Usai Kepsek Protes Menu MBG

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Salatiga turun tangan memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan dan tidak terulang.

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Salatiga Sidak SPPG, Usai Kepsek Protes Menu MBG
Tim Fraksi PDIP DPRD Salatiga berdialog dengan pihak SPPG Sawahan, Kecandran, Sidomukti, Minggu, 1 Februari 2026 - Foto: Lingkar Network/Beritajateng.id

Salatiga, Gesuri.id - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Salatiga turun ke lapangan, Minggu (1/3), menanggapi video viral di media sosial saat kepala sekolah SD protes menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), karena dinilai tidak sesuai harapan.

Seperti diketahui beredar video komplain kepala SD terkait buah jeruk dan makanan berupa roti dalam program MBG di medsos dan viral, sehingga memicu berbagai respons masyarakat.

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Salatiga turun tangan memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan dan tidak terulang.

Video viral berdurasi 5 menit 2 detik itu menampilkan kepala sekolah yang memprotes kepada petugas SPPG.

Dalam rekaman tersebut, kepsek menyebut ada buah jeruk yang dinilai tidak layak konsumsi. Termasuk penyajian roti yang dinilai harganya terlalu murah.

Tiga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Salatiga yakni Alexander Joko S (ketua), Bagas Aryanto, dan Laurens Adrian, mendatangi SPPG yang berada di kawasan Sawahan, Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti.

Mereka diterima Kepala SPPG Sarah Alvi dan Fathur sebagai ahli gizi.

Bagas Aryanto mengklarifikasi persoalan itu. Diperoleh informasi bahwa video yang beredar sebenarnya merupakan rekaman lama yang diambil pada Selasa (24/2) saat Kepsek SD komplain ke SPPG. 

Baik sekolah (kepala sekolah) dan SPPG telah sepakat menyelesaikan persoalan itu dengan cara baik-baik.

Fraksi PDI Perjuangan, meminta seluruh SPPG menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara disiplin.

“Jangan sampai terulang lagi. Ke depan harus lebih baik karena ini menyangkut kesehatan anak-anak,” tegasnya.

Alexander Joko menambahkan, dalam Program MBG di tingkat daerah dibutuhkan koordinasi antara penyedia bahan pangan, pengelola dapur, dan sekolah penerima manfaat.

Ahli gizi SPPG, Fathur, menyatakan setiap bahan makanan yang masuk telah melalui proses sortir sebelum didistribusikan.

“Kami akan memperketat pengecekan dan meningkatkan pengawasan kualitas,” ujarnya.

Quote