Tangsel, Gesuri.id – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta pemerintah melakukan kalkulasi komprehensif terhadap potensi dampak sosial dan ekonomi akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Permintaan ini muncul seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dinilai memicu ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tangsel, Adi Surya, menyatakan bahwa konflik tersebut telah mendorong lonjakan harga minyak dunia dan gejolak pasar energi internasional. Menurutnya, situasi ini berpotensi menimbulkan efek domino terhadap perekonomian domestik.
"Situasi ini berpotensi memicu kenaikan harga energi, meningkatnya biaya distribusi barang, hingga tekanan inflasi yang pada akhirnya dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Adi Surya, Selasa (10/3).
Adi menegaskan pentingnya langkah antisipatif agar pemerintah tidak kecolongan. Ia mendesak pemerintah untuk menghitung secara serius bagaimana tekanan global tersebut akan memengaruhi daya beli masyarakat di daerah.
"Pemerintah perlu melakukan langkah antisipatif sejak dini. Jangan menunggu sampai dampaknya dirasakan masyarakat. Harus ada kalkulasi serius terhadap potensi tekanan ekonomi," jelasnya.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa kalkulasi ini sangat krusial mengingat Kota Tangerang Selatan masih menghadapi berbagai tantangan sosial-ekonomi. Fraksi PDI Perjuangan menilai kelompok masyarakat lapisan bawah adalah pihak yang paling rentan terdampak jika terjadi guncangan harga.
Ia berharap pemerintah daerah maupun pusat memiliki skema perlindungan ekonomi yang kuat guna menjaga stabilitas harga dan memastikan rantai distribusi barang tetap terjaga di tengah ketidakpastian geopolitik global.

















































































