Jakarta, Gesuri.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) terus bergerak aktif menjaring investasi asing untuk mendorong roda perekonomian daerah.
Langkah strategis ini terlihat saat Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, menghadiri forum bisnis bertajuk “Your Gateway To Investing In Indonesia” di vOffice Indonesia HQ, Centennial Tower, Jakarta, baru-baru ini.
Acara ini menjadi jembatan krusial yang mempertemukan para investor asal Tiongkok dengan jajaran pemerintah, khususnya Pemprov Kalbar. Fokus utamanya adalah memperkuat kerja sama investasi lintas negara sekaligus membedah potensi besar yang dimiliki Bumi Khatulistiwa.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Wagub Kalbar, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa kehadiran para pemangku kepentingan dalam forum ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi mitra internasional.
"Bisa dikatakan ini merupakan pertemuan penting antara dua negara, yaitu investor Tiongkok dengan Indonesia. Ini peluang besar yang harus kita sambut dengan baik," ujar Krisantus.
Di hadapan para investor, mantan anggota DPR RI ini memaparkan berbagai sektor unggulan Kalbar yang bernilai ekonomi tinggi. Namun, ia menekankan bahwa investasi yang masuk ke Kalbar tidak boleh hanya sekadar mengejar keuntungan finansial sepihak (profit oriented).
Investasi, lanjut Krisantus, harus membawa dampak nyata bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat setempat.
"Kita ingin investasi yang masuk mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan berkontribusi langsung terhadap PAD Kalimantan Barat," tegasnya.
Selain aspek ekonomi, Krisantus juga mengingatkan para investor untuk menghormati kearifan lokal dan menaati regulasi daerah. Salah satu poin unik yang ia soroti adalah kewajiban administratif bagi operasional perusahaan.
"Tentu ada budaya yang harus dihormati dan dilestarikan. Hal ini juga berlaku pada hal teknis, seperti kendaraan operasional perusahaan yang bergerak di Kalbar wajib menggunakan pelat nomor kendaraan Kalbar (KB)," tambah Krisantus.
Menutup keterangannya, Krisantus membagikan pandangannya mengenai tren investasi masa depan yang berkelanjutan. Ia mencontohkan keberhasilan sektor pariwisatadi Jawa Barat yang mampu mengemas keindahan hutan menjadi daya tarik wisata bernilai tinggi tanpa harus merusaknya.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
"Di Jawa Barat, saya melihat banyak tempat wisata yang 'menjual' keindahan hutan. Ini adalah investasi jangka panjang karena ekosistem lingkungan tetap terjaga. Saya ingin Kalbar juga mengadopsi konsep ini; memelihara hutan dan menarik investasi yang ramah lingkungan," jelasnya.
Pemprov Kalbar menyatakan sangat terbuka bagi para pelaku usaha, baik domestik maupun mancanegara, yang ingin menanamkan modalnya.
"Kami sangat terbuka (welcome). Silakan datang ke Kalimantan Barat, mari kita pelajari bersama potensi yang ada dan membangun kerja sama yang saling menguntungkan," pungkasnya.

















































































