Ikuti Kami

Ganjar Pranowo Dorong Gerakan Pengolahan Sampah Rumah Tangga Nasional

Aksi penanganan sampah tak harus selalu menunggu langkah besar, melainkan bisa dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari.

Ganjar Pranowo Dorong Gerakan Pengolahan Sampah Rumah Tangga Nasional
Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo.

​Blitar, Gesuri.id — Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, mendorong masyarakat Indonesia untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan melalui gerakan pengelolaan sampah dari ranah rumah tangga. 

Menurutnya, aksi penanganan sampah tak harus selalu menunggu langkah besar, melainkan bisa dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari.

​Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung praktik pengolahan limbah di Bank Sampah Karya Berseri, Perumahan GKR, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Minggu (8/11).

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​Gubernur Jawa Tengah periode 2013–2023 ini memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif kaum perempuan dan ibu-ibu setempat. Mereka tidak hanya merawat keindahan lingkungan, tetapi juga berhasil mengolah sampah hingga bernilai ekonomis dan bermanfaat.

​“Saya melihat langsung praktik pengolahan sampah yang sangat baik di sini. Ibu-ibu tidak sekadar menata keindahan, tetapi sudah mengelola limbah konsisten sejak dari rumah,” ujar Ganjar.

​Ganjar menilai, inisiatif berbasis komunitas seperti di Kota Blitar perlu terus dipublikasikan melalui media massa maupun media sosial agar menjadi inspirasi nasional.

​“Jika kebiasaan ini direplikasi di seluruh kampung, dampaknya akan luar biasa. Kita harus bergerak serentak se-Indonesia. Praktik baik warga ini patut dijadikan teladan,” tegasnya.

​Pada kesempatan yang sama, Ketua Bank Sampah Karya Berseri, Marfuah, menjelaskan bahwa gerakan lingkungan di kawasannya telah berjalan sejak Januari 2023. Keterampilan warga mengolah limbah diperoleh dari berbagai pelatihan bersama penggiat lingkungan.

​Bank sampah ini menampung berbagai material anorganik, seperti plastik, kertas, kardus, hingga minyak jelantah. Hasil pilahan warga ditimbang dan dijual secara rutin pada minggu keempat setiap bulannya.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​Untuk sampah organik sisa dapur, warga memanfaatkannya menjadi kompos melalui lubang biopori dan komposter mini. Tak hanya itu, warga juga memproduksi Pupuk Organik Cair (POC) dari fermentasi limbah kulit buah, bonggol pisang, air, dan aktivator EM4 selama tiga bulan.

​“Alhamdulillah, ibu-ibu sangat antusias. Ilmu dari pelatihan langsung kami terapkan dalam operasional bank sampah sehari-hari,” tutur Marfuah.

​Melalui konsistensi warga Perumahan GKR Blitar, pengolahan sampah terbukti bisa dimulai dari skala terkecil. Keterlibatan aktif masyarakat diharapkan mampu menjadi pemantik kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan di berbagai daerah.

Quote