Ikuti Kami

Geram Oknum Guru Cabuli Siswi SD di Buleleng, Kariyasa Adnyana Desak Hukum Berat Tanpa Pandang Bulu

Kariyasa menegaskan bahwa perbuatan tersebut merupakan pelanggaran serius yang mencederai marwah dunia pendidikan.

Geram Oknum Guru Cabuli Siswi SD di Buleleng, Kariyasa Adnyana Desak Hukum Berat Tanpa Pandang Bulu
Anggota Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan kekerasan seksual yang dilakukan seorang oknum guru terhadap siswi Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Buleleng, Bali. 

Ia menegaskan bahwa perbuatan tersebut merupakan pelanggaran serius yang mencederai marwah dunia pendidikan.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​"Peristiwa ini merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap hak anak dan mencederai kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan sebagai ruang aman bagi tumbuh kembang anak," ujar Kariyasa dalam keterangan resminya, Sabtu (1/8).

​Sebagai anggota legislatif yang membidangi perlindungan anak, Kariyasa mendorong aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa pandang bulu demi memberikan keadilan bagi korban.

​"Saya memberikan dukungan penuh kepada jajaran Polres Buleleng untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Proses hukum harus ditegakkan agar memberikan efek jera bagi siapa pun pelakunya," tegas politisi asal Bali tersebut.

​Di sisi lain, Kariyasa mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng yang langsung memberikan pendampingan psikologis kepada korban serta memberhentikan sementara oknum guru yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

​"Langkah cepat Pemkab Buleleng memberikan pendampingan dan tindakan administratif berupa penonaktifan tersangka menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap kepentingan terbaik bagi anak," tuturnya.

​Ke depan, Kariyasa meminta pendampingan terhadap korban dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi fisik dan mentalnya pulih sepenuhnya. Ia juga mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan anak di lingkungan sekolah.

​"Anak adalah masa depan bangsa. Tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan seksual terhadap anak. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap dugaan kekerasan demi menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak kita," pungkasnya.

Quote