Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar memperkuat sektor pariwisata berbasis wisata budaya dan kesenian. Hal ini sebagai upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Jawa Timur pada 2026.
Menurutnya, hingga kini masih banyak potensi daerah yang belum digarap secara maksimal dan terencana. Dia menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki kekayaan budaya, seni tradisional, serta kearifan lokal yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota, namun belum seluruhnya dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan.
“Masih banyak potensi yang belum dikerjakan secara optimal. Wisata budaya dan kesenian ini seharusnya menjadi kekuatan utama Jawa Timur karena kita memiliki modal budaya yang sangat besar dan beragam,” ungkap Guntur Wahono, Kamis (15/1).
Baca: Bonnie Triyana Soroti Kondisi Perpustakaan Digital dan Fisik
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim tersebut menyebutkan, pengembangan sektor pariwisata harus diarahkan pada konsep yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
Selain mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, sektor ini dinilai dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat serta kontribusi PAD.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan wisatawan Nusantara di Jawa Timur masih tergolong tinggi dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun demikian, Guntur menilai kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD masih dapat ditingkatkan melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi dan profesional.
Selain pariwisata, dia juga menyoroti pentingnya optimalisasi sektor-sektor lain yang berpotensi menambah pendapatan daerah, termasuk sektor pertambangan yang telah memiliki dasar hukum dan kewenangan daerah.
“Sektor pertambangan yang sudah jelas regulasinya perlu dimaksimalkan kontribusinya bagi daerah. Dengan pengelolaan yang tertib dan transparan, sektor ini bisa menjadi sumber pendapatan yang signifikan,” katanya.
Lebih lanjut, Guntur menekankan perlunya pembangunan infrastrujtur penunjang, khususnya di wilayah pesisir selatan Jawa Timur. Menurutnya, pembangunan sarana seperti dermaga atau fasilitas sandar akan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
“Jika infrastruktur seperti dermaga atau fasilitas sandar dibangun, UMKM masyarakat pesisir selatan bisa meningkat. Aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar dan pada akhirnya memudahkan penarikan retribusi serta pembayaran pajak daerah,” ujarnya.
Baca: Herry Kolondam Tegaskan Jangan Kebiri Hak Rakyat!
Ketua DPC PDI Perjuangan Blitar tersebut menambahkan, penguatan UMKM di kawasan wisata harus menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi, pemerintah daerah juga akan memperoleh tambahan PAD secara berkelanjutan.
Komisi C DPRD Jawa Timur, kata Guntur, akan terus mendorong Pemprov Jatim agar pengembangan pariwisata dilakukan secara terencana, terukur, dan terintegrasi dengan sektor ekonomi lainnya. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencapai target peningkatan PAD Jawa Timur pada 2026.
“Pariwisata budaya dan kesenian memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah jika dikelola dengan serius dan konsisten,” pungkasnya.

















































































