Ikuti Kami

Hari Lahir Pancasila, Angie Natesha: Masih Banyak Masyarakat yang Belum Merasakan Keadilan Sosial

Pancasila tetap relevan sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Hari Lahir Pancasila, Angie Natesha: Masih Banyak Masyarakat yang Belum Merasakan Keadilan Sosial
Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi PDI Perjuangan, Angie Natesha Goenadi Go, saat mengikuti upacara peringatan hari kesaktian Pancasila, Senin (1/6/2026). (Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi PDI Perjuangan Angie Natesha Goenadi Go menegaskan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 harus menjadi momentum untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 

Menurutnya, Pancasila tetap relevan sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

“Pancasila bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga panduan moral dan ideologis yang mampu menjawab tantangan kontemporer seperti polarisasi masyarakat, kesenjangan digital, hingga dampak perubahan iklim,” ujar Angie.

Ia menjelaskan, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum krusial untuk memperkuat persatuan, kesatuan, dan semangat gotong royong di tengah era disrupsi teknologi, persaingan geopolitik, serta ketidakpastian ekonomi global. 

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila menawarkan fondasi yang kuat untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan dan keadilan, serta antara kebebasan individu dengan tanggung jawab sosial.

Angie juga menyoroti masih banyaknya masyarakat Indonesia yang belum sepenuhnya merasakan implementasi Sila Kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Meski telah 81 tahun sejak Pancasila dikumandangkan, kesenjangan ekonomi, akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan di berbagai daerah.

“Masih banyak rakyat kita yang hidup di bawah garis kemiskinan, kesulitan mendapatkan pekerjaan layak, dan sulit mengakses layanan kesehatan gratis. Padahal pelayanan kesehatan adalah hak dasar semua warga negara, terutama bagi yang kurang mampu,” ucapnya.

Dalam pandangannya, perjuangan politik yang dijalankan PDI Perjuangan berlandaskan kecintaan terhadap tanah air dan komitmen untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, partai terus mendorong pemerintahan agar tetap setia pada ideologi Pancasila, konstitusi, demokrasi, serta cita-cita mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

“Kritik yang kami sampaikan adalah bagian dari demokrasi sehat. PDI Perjuangan berkepentingan terhadap keberhasilan pemerintahan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Angie mengatakan PDI Perjuangan juga menerima berbagai aspirasi dari masyarakat sipil dan tokoh pro-demokrasi terkait kecenderungan militerisme serta berbagai persoalan perekonomian nasional yang saat ini menjadi perhatian publik. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut perlu segera dicarikan solusi secara komprehensif demi menjaga keselamatan ekonomi bangsa.

Ia menambahkan, sejumlah persoalan yang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo saat ini merupakan dampak lanjutan dari periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo, termasuk persoalan kebijakan fiskal dan supremasi hukum. Kendati demikian, PDI Perjuangan tetap berkomitmen membantu mencarikan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Angie menegaskan, komitmen tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang meminta seluruh kader partai turun ke tengah masyarakat untuk mengorganisir rakyat dan memperkuat semangat gotong royong.

“Dengan mengamalkan Pancasila secara utuh, khususnya Sila Kelima, kita bisa mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera bagi semua,” pungkasnya.

Quote