Ikuti Kami

Dr. Lily Ajak Masyarakat Terus Mempelajari Pancasila Serta Memahami Sejarah Bangsa

Pada masa lalu mahasiswa juga diwajibkan mengikuti Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).

Dr. Lily Ajak Masyarakat Terus Mempelajari Pancasila Serta Memahami Sejarah Bangsa
Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Pertempuran, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Minggu (12/7/2026).

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Dra. Lily, MBA, MH, mengajak masyarakat untuk terus mempelajari Pancasila serta memahami sejarah bangsa sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. 

Hal itu disampaikannya saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Pertempuran, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, dikutip Kamis (16/7/2026).

"Pada masa lalu mahasiswa juga diwajibkan mengikuti Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Pancasila merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Lily.

Dalam kegiatan tersebut, Lily menjelaskan makna yang terkandung dalam lambang Garuda Pancasila, termasuk filosofi jumlah bulu pada tubuh Garuda yang berkaitan dengan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945. Ia merinci terdapat 17 helai bulu pada masing-masing sayap, delapan helai pada ekor, 19 helai di bawah perisai atau pangkal ekor, serta 45 helai pada leher.

Menurutnya, pemahaman terhadap simbol-simbol tersebut penting agar masyarakat semakin mengenal identitas bangsa dan tidak melupakan dasar negara. 

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan Pancasila telah diajarkan sejak lama melalui berbagai mata pelajaran, mulai dari Pendidikan Moral Pancasila (PMP) hingga kini menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Lily menjelaskan lima prinsip yang menjadi landasan kehidupan berbangsa, yakni semangat kebangsaan, internasionalisme atau perikemanusiaan, musyawarah untuk mufakat, kesejahteraan sosial, serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Lebih lanjut, anggota Komisi 2 DPRD Kota Medan itu menegaskan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, baik dari sisi wilayah maupun masyarakatnya. Menurutnya, perbedaan suku, agama, dan budaya tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan bangsa.

"Negara ini dibangun untuk semua, bukan untuk satu orang atau satu golongan. Karena itu, seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Selain itu, Lily mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kesejahteraan melalui kerja keras dan semangat gotong royong agar cita-cita mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat tercapai.

"Agar nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," pungkasnya.

Quote