Ikuti Kami

Yulian Gunhar Minta Pemerintah Benahi Infrastruktur Migas usai Temuan Sumur Menggala South-21

​Namun, politisi PDI Perjuangan ini memberikan catatan kritis.

Yulian Gunhar Minta Pemerintah Benahi Infrastruktur Migas usai Temuan Sumur Menggala South-21
​Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar.

Jakarta, Gesuri.id - Penemuan potensi produksi minyak baru di Sumur Menggala South-21 oleh SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendapat sambutan positif dari Komisi XII DPR RI. 

Meski demikian, pemerintah mendesak pembenahan infrastruktur secara menyeluruh agar peningkatan produksi minyak nasional dapat terealisasi secara optimal.

​Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar, menilai keberhasilan penemuan sumur dengan perkiraan produksi awal sebesar 2.035 barrel of oil per day (BOPD) tersebut menjadi bukti nyata bahwa potensi migas Indonesia masih sangat besar.

Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar

​"Keberhasilan ini patut diapresiasi. Ini membuktikan potensi migas Indonesia masih besar dan kegiatan eksplorasi harus terus didorong," ujar Yulian dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/7).

​Namun, politisi PDI Perjuangan ini memberikan catatan kritis. Menurutnya, penemuan cadangan baru tidak akan mampu mendongkrak produksi nasional secara signifikan apabila permasalahan pada infrastruktur migas tidak segera dituntaskan.

​Yulian menyoroti tren penurunan produksi di sejumlah blok utama, seperti Blok Rokan dan Blok Cepu, yang diperparah oleh maraknya gangguan pada fasilitas produksi di lapangan.

​Ia mencatat serangkaian kendala teknis yang menekan angka lifting migas nasional, mulai dari putusnya pipa transmisi gas TGI sebanyak dua kali pada awal tahun, penghentian operasi ratusan rig Pertamina, hingga kerusakan pembangkit listrik MCTN yang menopang penarik pompa minyak (pompa angguk). 

Tak hanya itu, insiden kebakaran switchgear dan transformator, kebocoran pipa bawah laut, hingga kerusakan jaringan pipa di Aceh dan Sumatera Utara akibat bencana alam turut memperburuk situasi.

​"Penemuan cadangan baru memang penting, tetapi tidak akan optimal jika fasilitas produksi dan infrastruktur migas sering mengalami gangguan. Pemerintah harus bergerak cepat memastikan keandalan infrastruktur agar produksi tidak terus terganggu," tegasnya.

Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa

​Atas kondisi tersebut, Yulian mendorong pemerintah, SKK Migas, dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan serta kondisi aset produksi migas nasional.

​Ia menegaskan bahwa perawatan dan perbaikan fasilitas produksi harus ditempatkan sebagai prioritas utama guna mencegah timbulnya gangguan berulang yang berpotensi menggagalkan pencapaian target lifting migas nasional.

​"Ketahanan energi tidak hanya bergantung pada keberhasilan eksplorasi, tetapi juga pada kemampuan menjaga aset-aset produksi tetap andal. Karena itu, percepatan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur harus menjadi prioritas," pungkas Yulian.

Quote