Ikuti Kami

Joune Ganda Kecam Maraknya Praktik Judol yang Telah Berubah Jadi Virus Berbahaya

Bahkan, virus tersebut kini mulai merasuki sendi-sendi kehidupan masyarakat Minahasa Utara.

Joune Ganda Kecam Maraknya Praktik Judol yang Telah Berubah Jadi Virus Berbahaya
Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda.

Jakarta, Gesuri.id - Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya praktik judi online yang dinilainya telah berubah menjadi virus berbahaya.

Bahkan, kata dia, “virus” tersebut kini mulai merasuki sendi-sendi kehidupan masyarakat Minahasa Utara.

Joune menegaskan, fenomena ini tidak lagi bersifat kasuistik atau terjadi di tempat-tempat tertentu saja, melainkan sudah menyebar luas dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak muda, Gen Z, hingga orang tua.

“Ini sangat-sangat berbahaya. Saya prihatin karena virus ini sudah mulai masuk dan merasuki masyarakat kita di Minahasa Utara. Bukan hanya anak muda, tapi sudah ke mana-mana,” kata Joune dengan nada serius, saat menyampai sambutan pada Perayaan Natal Keluarga Ganda Babasudara, Jumat (30/1/2026).

Menurut Joune, banyak pihak masih menganggap judi online sebagai persoalan luar daerah atau bahkan luar negeri.

Padahal, kenyataannya dampak tersebut sudah dirasakan langsung di lingkungan sekitar.

“Jangan berpikir ini hanya kejadian di luar, di internasional. Sekarang dunia tanpa batas. Apa yang terjadi di luar sana, dampaknya langsung masuk ke kampung-kampung kita,” katanya.

Ia menilai kemudahan akses digital membuat masyarakat tanpa sadar terpapar, hingga akhirnya terjerat dan sulit keluar dari lingkaran kecanduan.

Joune menyoroti judi online membawa dampak berlapis, mulai dari meningkatnya potensi kriminalitas, menurunnya kesehatan mental dan fisik, hingga keretakan ekonomi keluarga.

“Kalau ini dibiarkan, tingkat kriminalitas bisa naik, kesehatan menurun, dan kehidupan sosial kita rusak. Ini sudah menjadi penyakit di masyarakat saat ini,” tegasnya.

Ia secara khusus menaruh perhatian pada anak-anak dan Gen Z yang dinilainya paling rentan karena berada di fase pencarian jati diri dan sangat akrab dengan dunia digital.

“Ada yang sudah terpapar, bahkan oma-opa sekalipun,” katanya.

Joune mengajak seluruh elemen masyarakat Minahasa Utara untuk tidak menutup mata terhadap ancaman ini.

“Jangan diam. Jangan anggap ini sepele. Kalau tidak diimbangi dengan pengawasan, edukasi, dan tindakan tegas, virus ini akan terus menyebar,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemerintah untuk bersatu membangun kesadaran bersama dan melindungi generasi ke depan.

Joune berharap keprihatinan ini menjadi alarm keras bagi semua pihak bahwa judi online bukan hanya persoalan hukum, tetapi ancaman nyata terhadap masa depan Minahasa Utara.

“Kalau kita ingin daerah ini maju dan masyarakatnya sehat, maka virus ini harus kita lawan bersama,” tandasnya.

Quote