Ikuti Kami

Rimbun Dukung dan Sambut Baik Kembalinya Lion Air Group di Bandara Haji Asan Sampit

Jawaban konkret atas keluhan masyarakat terkait keterbatasan layanan penerbangan di Kotim selama ini.

Rimbun Dukung dan Sambut Baik Kembalinya Lion Air Group di Bandara Haji Asan Sampit
Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Rimbun, menyambut baik dan mendukung kembalinya Lion Air Group untuk beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Rimbun, menyambut baik dan mendukung kembalinya Lion Air Group untuk beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit.

“Kami menyambut baik rencana ini, karena ini juga memberikan jawaban konkret atas keluhan masyarakat terkait keterbatasan layanan penerbangan di Kotim selama ini,” kata Rimbun di Sampit, Kamis (29/1).

Hal ini ia sampaikan usai mengikuti audiensi antara Pemkab Kotim dan perwakilan Lion Air Group terkait rencana menjajaki potensi peneribangan di wilayah setempat.

Rimbun memberikan apresiasi kepada Lion Air Group yang telah memberikan kepercayaan pada rute penerbangan di Kotim. Kehadiran maskapai ini diyakini akan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta tugas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD).

Bahkan, pihaknya sudah merencanakan untuk memohon penambahan rute ke Kementerian Perhubungan, khususnya untuk rute ke Pulau Jawa, apabila maskapai tersebut resmi beroperasi di Kotim nantinya.

“Nanti kita upayakan diskusi untuk tambah rute ke Jawa maupun Jakarta. Bahkan kalau memang kapasitas bandara bisa masuk Airbus atau Boeing 737, maka itu akan kita upayakan semaksimal mungkin,” tambahnya.

Disamping itu, demi menunjang sektor transportasi udara, DPRD dan pemerintah daerah sepakat menyiapkan anggaran jika dana dari APBN belum mencukupi dengan fokus utama adalah pelebaran runway dan pemindahan gedung PK agar standar keamanan bandara meningkat.

“Kami sepakat dengan Bupati untuk menganggarkan pelebaran runway di 2027. Karena penganggaran di 2026 sudah lewat, maka nanti di Musrenbang pada Februari akan kita masukkan melalui aplikasi SIPD sesuai aturan penganggaran,” lanjut Rimbun.

Rimbun juga sempat mengenang masa kejayaan penerbangan di Sampit sebelum pandemi COVID-19 yang melayani rute ke berbagai kota besar. Ia berharap sinergi dengan Lion Air Group dapat mengembalikan konektivitas udara seperti sedia kala.

“Kita pernah punya rute ke Palangka Raya, Semarang, hingga Surabaya, dan kita sangat merindukan itu. Kita akan terus bersinergi dan melanjutkan komunikasi diskusi dengan pihak Lion Air ke depannya,” demikian Rimbun.

Sementara itu, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menyampaikan, saat ini pihaknya sedang memfinalisasi rute dan melakukan pemetaan harga tiket agar tetap kompetitif serta memberikan manfaat bagi daerah.

Jika perizinan dan persyaratan lainnya berjalan lancar, pihak maskapai menargetkan layanan ini sudah bisa dirilis pada Februari mendatang.

“Jadi Lion Air Group melalui Wings Air berupaya untuk mengembalikan kejayaan penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit. Yang mana, pada tahap awal ini kami menggunakan pesawat ATR-72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi,” sebutnya.

Ia menambahkan, kembalinya Lion Air Group di Bandara Haji Asan Sampit ini bertujuan untuk memudahkan mobilisasi masyarakat, perjalanan dinas dan mendukung sektor pariwisata Kalimantan Tengah.

Selain itu, upaya ini diharapkan mampu mempercepat distribusi komoditas unggulan Kotim agar lebih cepat sampai ke berbagai kota tujuan hingga mengakomodir kebutuhan untuk perjalanan ibadah haji dan umrah.

“Walaupun umrah belum ada langsung ke Jeddah, tapi harapan kami rute tersebut saling terkoneksi. Jadi masyarakat yang akan melakukan perjalanan umrah dari Kotim ke Jeddah, memiliki opsi (pilihan) dalam waktu dekat melalui Surabaya,” demikian Danang.

Quote