Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPRD Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Juwita Wulandari menyebut program makan bergizi gratis (MBG) bisa berpotensi gagal meningkatkan gizi anak.
Kekhawatiran Juwita bahwa program strategis pemerintahan Prabowo Subianto tersebut gagal menaikkan kualitas gizi dan mencegah stunting- jika kualitas menu yang disiapkan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada penerima manfaat dilakukan asal-asalan.
Baca: Ganjar Pranowo Ungkap Masyarakat Takut dengan Pajak
“Kalau menu yang diberikan asal-asalan, tidak dijaga, maka sudah pasti bisa berdampak pada gizi yang tidak seimbang, dan bahkan punya risiko terhadap anak. Artinya program ini gagal meningkatkan gizi pada anak,” kata Juwita kepada Kabar6.com, Selasa (24/2).
Politisi PDI Perjuangan yang juga seorang dokter ini sangat kecewaa apabila ada SPPG yang menyajikan menu MBG dengan asal-asalan. Ia mengingatkan, porsi dan kombinasi MBG menjadi perhatian serius SPPG.
“Iya lah saya minta ini SPPG serius menyajikan menunya, jangan asal-asalan. Karena soal MBG bukan cuma profit aja, tetapi ada yang lebih utama itu adalah tanggung jawab moral pada publik. Karena hakikatnya anggaran MBG itu dari pajak rakyat yang harus dibelanjakan sebagaimana mestinya,” tegas Juwita.
Baca: My Esti Desak BPS Perkuat Koordinasi
Mengenai menu MBG perdana untuk siswa di bulan Ramadan yang banyak disorot dan dikeluhkan oleh wali murid di sejumlah sekolah di wilayah Rangkasbitung, Juwita mengaku sudah punya langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Insya Allah pasti kami tindak lanjuti agar memastikan menu MBG yang dikeluarkan oleh SPPG tidak asal-asalan,” pungkasnya

















































































