Nunukan, Gesuri.id - Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Nunukan melonjak sepanjang 2026. Hingga Agustus, tercatat 32 kejadian dengan total lahan terbakar mencapai 78 hektare.
Angka tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Nunukan karena berpotensi meluas jika tidak diantisipasi sejak munculnya titik panas.
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menegaskan, kenaikan kasus tersebut harus menjadi peringatan bagi seluruh pihak. Penanganan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan BPBD maupun Dinas Pemadam Kebakaran ketika api sudah membesar.
“Data per Agustus 2026 menunjukkan terdapat 32 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 78 hektare. Ini angka yang meningkat hampir tiga kali lipat dibanding 2025 dan menjadi alarm keras bagi kita semua,” tegas Irwan, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, pola penanganan harus diubah dari sekadar memadamkan api menjadi memperkuat pencegahan dan deteksi dini. Setiap indikasi kebakaran harus segera ditindak sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

















































































