Trenggalek, Gesuri.id – Keterbatasan anggaran tak menyurutkan tekad Kabupaten Trenggalek untuk memperbaiki prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur ke-10 tahun 2027 di Kota Surabaya. KONI Kabupaten Trenggalek mematok target masuk 10 besar, meski dukungan anggaran saat ini membuat persiapan atlet belum bisa dilakukan secara maksimal.
Ketua KONI Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan, keterbatasan anggaran memang berpengaruh terhadap proses persiapan. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat para atlet dan cabang olahraga (cabor) kehilangan semangat untuk mengejar prestasi.
“Kalau ditanya target kami jelas target sepuluh besar. Ini mumpung masih ada waktu untuk persiapan, maka dari itu cabor-cabor kami kumpulkan untuk menggenjot tahapan persiapannya seperti apa,” kata Doding Rahmadi, Jumat (4/9/2026).
Target tersebut dibahas dalam rapat kerja KONI Kabupaten Trenggalek tahun 2026. Dalam agenda itu, KONI mengevaluasi persiapan 35 cabor sekaligus mendorong cabor yang selama ini menjadi lumbung medali agar mulai mematangkan persiapan menghadapi ajang olahraga tingkat regional tersebut.
Doding menjelaskan, sejumlah atlet dari berbagai cabor saat ini sudah mulai menjalani pemusatan latihan (puslat). Namun, dari sekitar 40 atlet yang dinilai siap mengikuti puslat, baru 15 atlet yang bisa menjalani tahapan tersebut karena keterbatasan anggaran.
Sebanyak 15 atlet tersebut kini dipersiapkan secara intensif agar mampu membawa pulang medali pada Porprov 2027. Langkah itu menjadi bagian dari strategi KONI untuk mengejar target masuk 10 besar.
“Komitmen kami sebanyak-banyaknya mengirim atlet untuk pemusatan latihan. Karena keterbatasan anggaran akhirnya hanya beberapa saja. Mudah-mudahan di tahun depan lebih banyak lagi bisa mengirim pemusatan latihan,” kata Doding yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek tersebut.

















































































