Bandar Lampung, Gesuri.id — Kondisi Jalan RA Basyid yang menghubungkan Kabupaten Lampung Selatan dengan Kota Bandar Lampung terus dikeluhkan pengguna jalan.
Lubang besar dan kerusakan yang tersebar di berbagai titik tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan para pengendara yang melintas setiap hari.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Lesty Putri Utami, menegaskan penanganan ruas jalan yang membentang dari kawasan Karanganyar hingga Desa Fajar Baru ini secara teknis merupakan wewenang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
"Tentu ini menjadi atensi bagi kami di Pemerintah Provinsi Lampung. Namun, sebenarnya jalan tersebut berstatus jalan kabupaten, sehingga kewajiban utama penanganannya berada di pemerintah kabupaten," ujar Lesty, Selasa (4/8).
Meski demikian, Lesty menekankan bahwa koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah dan legislator di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat terus berjalan. Mengingat peran vital Jalan RA Basyid sebagai jalur penghubung antar-wilayah dengan mobilitas tinggi, ia berkomitmen untuk mengawal aspirasi warga tersebut secara langsung.
"Saya tidak ingin sekadar memberikan janji. Yang pasti akan ada tahapan koordinasi. Secara pribadi, saya juga akan berkomunikasi langsung dengan Bupati Lampung Selatan agar persoalan ini mendapat perhatian," tegasnya.
Lesty tidak memungkiri tingginya harapan masyarakat terhadap percepatan pembangunan infrastruktur. Namun, ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini harus melakukan penyesuaian skala prioritas akibat keterbatasan anggaran di berbagai tingkatan pemerintahan.
Saat ini, Pemkab Lampung Selatan tengah memfokuskan anggaran pada pembangunan jalan pendukung pertumbuhan ekonomi serta akses kawasan wisata demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Kendati belum tersentuh perbaikan total pada APBD 2026, Lesty menilai Jalan RA Basyid sudah sangat mendesak untuk ditangani. Ia mendorong agar perbaikan jalur strategis ini tidak lagi tertunda pada tahun anggaran berikutnya.
"Walaupun saat ini belum menjadi prioritas utama, Jalan RA Basyid di wilayah Fajar Baru sudah seharusnya masuk daftar prioritas strategis pada APBD 2027," pungkasnya.
Perbaikan Jalan RA Basyid kini menjadi harapan besar warga sekitar dan para pengguna jalan. Selain demi keselamatan berkendara, jalurnya yang hidup diharapkan dapat memperlancar arus distribusi barang dan menopang roda perekonomian masyarakat setempat.

















































































