Ikuti Kami

Ketua DPRD Banyumas Minta Pemkab Siapkan Kembali Program Penebaran Benih Ikan Sungai

Selain jadi urat nadi berbagai sumber kehidupan, sungai menjadi daya tarik keunggulan alam Banyumas.

Ketua DPRD Banyumas Minta Pemkab Siapkan Kembali Program Penebaran Benih Ikan Sungai
Ketua DPRD Banyumas dari Fraksi PDI Perjuangan, Agus Priyanggodo - Foto: Tribun Banyumas

Banyumas, Gesuri.id - Ketua DPRD Banyumas dari Fraksi PDI Perjuangan, Agus Priyanggodo, meminta Pemerintah Kabupaten Banyumas menyiapkan kembali program penebaran benih ikan sungai guna memulihkan ekosistem yang terdampak banjir lumpur Gunung Slamet. 

Ia menilai langkah rehabilitasi perlu segera dilakukan mengingat kerusakan yang masih tersisa hingga saat ini.

"Selain jadi urat nadi berbagai sumber kehidupan, sungai menjadi daya tarik keunggulan alam Banyumas. Banyak sungai yang dimanfaatkan nelayan perairan umum untuk mencari rejeki. Termasuk warung-warung kuliner dengan menu ikan kali (sungai). Belum lagi untuk pendukung wisata alam seperti curug dan wisata air lain," kata Agus Nova, sapaan akrab wakil rakyat dari PDI Perjuangan asal Kecamatan Sumbang, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, dampak banjir lumpur dari Gunung Slamet tidak hanya merusak infrastruktur sungai, irigasi, dan objek wisata air, tetapi juga mengganggu keseimbangan ekosistem perairan umum. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektoral untuk mempercepat pemulihan, termasuk dengan instansi pengelola wilayah sungai.

"Untuk penanganan pendangkalan sungai yang menjadi sumber saluran irigasi koordinasinya ke Balai Besar Serayu-Opak. Sedangkan untuk objek wisata seperti di Baturraden, Sumbang, Kedungbanteng dan lainya bisa ditangani oleh daerah," ucapnya.

Ia juga mendesak agar dilakukan penyediaan stok benih ikan untuk ditebar kembali ke sejumlah sungai dan anak sungai. Selain itu, Agus mengajak masyarakat di sepanjang bantaran sungai, pegiat lingkungan, serta pelaku wisata untuk menggalakkan gerakan bersih sungai dan tidak membuang sampah sembarangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banyumas, Sulistiono, mengungkapkan hasil pendataan menunjukkan banyak ikan mati maupun tertangkap warga akibat luapan banjir lumpur.

"Langkah yang kita siapkan menebar kembali benih (restocking) ikan sungai supaya ada cadangan ikan lagi. Pasca banjir nelayan yang biasa menangkap atau mengail ikan sungai sekarang beralih pekerjaan. Bebeberapa warung makan dengan menu ikan kali, mulai mengganti menunya," ujarnya.

Ia menjelaskan, tiga sungai yang terdampak cukup parah yakni Kali Pelus, Sungai Banjaran, dan Sungai Logawa, termasuk sejumlah anak sungai lainnya. Menurutnya, penebaran kembali benih ikan menjadi langkah yang lebih efektif dibanding menunggu pemulihan alami.

"Pendataan kita, ikan yang tertangkap warga saja sekitar 21 ton dari tiga sungai. Yang belum terhitung seoerti tenggelam, mati dan terbawa arus julahnya juga cukup banyak," tandas Sulis.

Akibat bencana tersebut, lanjutnya, terjadi penurunan populasi ikan sungai hingga hampir 80 persen. Kondisi ini berdampak langsung pada nelayan perairan umum serta pelaku usaha kuliner yang mengandalkan ikan sungai sebagai bahan utama.

Quote