Ikuti Kami

Konflik Memanas di Arab Saudi, Komisi VIII DPR Minta Jemaah Umrah Ekstra Hati-Hati

​Politikus PDI Perjuangan ini menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap rute keberangkatan jemaah.

Konflik Memanas di Arab Saudi, Komisi VIII DPR Minta Jemaah Umrah Ekstra Hati-Hati
Anggota Komisi VIII DPR RI, Sally Andriany Gantina

​Jakarta, Gesuri.id — Anggota Komisi VIII DPR RI, Sally Andriany Gantina, mengimbau jemaah umrah asal Indonesia untuk ekstra waspada menyusul situasi keamanan di Arab Saudi yang kian memanas. 

Peringatan ini disampaikan usai eskalasi konflik pascaserangan militan Houthi ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang memakan korban jiwa serta melukai dua warga negara Indonesia (WNI).

​"Saya berharap para jemaah umrah Indonesia tetap berhati-hati sebelum berangkat. Bagaimanapun juga, konstelasi keamanan di Arab Saudi saat ini sedang tidak baik-baik saja," ujar Sally saat ditemui dalam acara Indonesian Institute for Hajj and Umrah Studies (IIHUS) di Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis (15/10).

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​Politikus PDI Perjuangan ini menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap rute keberangkatan jemaah. Meski pemerintah Indonesia telah membatasi izin perjalanan hanya melalui Jeddah atau Madinah, skema penerbangan dengan transit di wilayah lain dinilai masih rentan lolos dari pemantauan.

​"Meskipun pemerintah memberi izin keberangkatan via Jeddah atau Madinah, kita tahu banyak jemaah yang alur perjalanannya sulit dipantau—apakah ada yang transit di Riyadh atau embarkasi lain," tuturnya.

​Oleh karena itu, Komisi VIII DPR mendesak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meningkatkan koordinasi dengan Perwakilan RI di Arab Saudi demi menjamin keselamatan seluruh WNI.

​"Pemantauan dan kerja sama dengan pihak Kedutaan maupun KJRI harus lebih intensif dilakukan oleh Kementerian Haji. Perlindungan kepada jemaah umrah harus maksimal agar tidak ada lagi korban, atau setidaknya risiko bisa diminimalisasi," tegas Sally.

​Menanggapi kabar dua WNI yang terluka akibat serangan rudal di Riyadh, Sally memastikan telah menerima informasi tersebut dan meminta pemerintah bergerak cepat memberikan penanganan terbaik.

​"Informasi itu sudah saya terima. Hal penting yang harus dipantau saat ini adalah bagaimana penanganan medis bagi para jemaah tersebut, serta memastikan mereka dapat dievakuasi kembali ke Tanah Air dengan aman," ungkapnya.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

​Berbeda dengan Malaysia dan Singapura yang mengeluarkan larangan keberangkatan umrah, pemerintah Indonesia memilih tidak menghentikan penerbangan umrah secara total. Indonesia mengambil langkah kompromi dengan memperketat rute penerbangan agar tidak melewati atau transit di wilayah rawan.

​"Kemenlu RI dan Kemenhaj mengimbau agar jemaah Indonesia memilih penerbangan langsung (direct flight) ke Madinah atau Jeddah," jelas Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, Rabu (14/10/2026).

​Dahnil menambahkan, Otoritas Kerajaan Arab Saudi telah memberikan jaminan bahwa kawasan Makkah dan Madinah tetap aman dan kondusif bagi para peziarah. Kendati demikian, pemerintah Indonesia tetap menyerukan kepada pihak-pihak yang bertikai di Timur Tengah untuk segera menahan diri.

Quote