Jakarta, Gesuri.id - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, meresmikan langsung alat karya putra daerah Inovasi konverter kit yang mengubah mesin berbahan bakar minyak (BBM) ke gas pada Rabu (27/8) di Grand Hotel Kartika, dan melakukan uji coba sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah.
Inovasi ini diharapkan bisa meningkatkan ketahanan pangan nasional sekaligus membantu nelayan, petani, dan UMKM. Krisantus menyebutkan bahwa alat ini sangat potensial karena menawarkan penghematan biaya bahan bakar hingga 50% dan lebih ramah lingkungan.
"Ini inovasi luar biasa dari putra Kalbar. Harus segera dipatenkan agar tidak diakui pihak lain," tegas Krisantus.
Pencipta konverter kit ini, Amin Ben Gas, menyatakan bahwa teknologi ini adalah yang pertama di Indonesia untuk penggunaan mesin speedboat. Setelah melalui pengembangan dan uji coba selama lima hingga enam tahun sejak 2019, produk ini siap untuk diaplikasikan.
"Kita launching speedboat BBG pertama di Indonesia. Sekarang siap digunakan nelayan, petani, hingga UMKM, bahkan bisa juga diaplikasikan ke genset, pompa air, mesin giling padi, dan alat pertanian lainnya," jelas Amin.
Amin juga optimis akan menggandeng kementerian terkait, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian UMKM, untuk mendorong penerapan konverter kit ini di seluruh provinsi di Indonesia. Program ini tidak hanya menyasar mesin perikanan atau pertanian, tetapi juga berpotensi untuk wisata air dan transportasi pedesaan.
Penggunaan gas non-subsidi (LPG 5 kg) tetap memberikan efisiensi hingga 55%, sehingga pelaku usaha kecil dan nelayan tidak perlu bergantung pada subsidi pemerintah. "Kita ingin buktikan bahwa nelayan dan petani kecil bukan beban pemerintah. Justru bisa bantu pemerintah dengan beralih ke BBG non-subsidi yang efisien dan aman," pungkas Amin.