Ikuti Kami

Krisantus Tegaskan Investasi PT MAS Harus Berdampak Nyata Utamanya Bagi Petani Sawit

“Prinsip yang selalu saya sampaikan kepada investor adalah investasi ditukar dengan kesejahteraan."

Krisantus Tegaskan Investasi PT MAS Harus Berdampak Nyata Utamanya Bagi Petani Sawit
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.

Kalbar, Gesuri.id - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan kembali beroperasinya PT Mitra Austral Sejahtera (PT MAS) di Kabupaten Sanggau harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat, terutama petani sawit di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Prinsip yang selalu saya sampaikan kepada investor adalah investasi ditukar dengan kesejahteraan. Bukan hanya investornya yang untung, tetapi masyarakat di sekitarnya juga harus sejahtera. Itulah tujuan investasi yang berhasil,” tegas Krisantus saat meresmikan kembali operasional pabrik PT MAS di Desa Rahayu, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, dikutip Jumat (6/11/2026).

Setelah dua tahun berhenti beroperasi, perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit tersebut kini kembali menjalankan aktivitas produksinya. Peresmian ditandai dengan ritual adat pecah kendi dan pelepasan truk Crude Palm Oil (CPO) perdana PT MAS Mill.

Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Sanggau, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh adat, jajaran manajemen dan karyawan PT MAS, serta masyarakat setempat.

Krisantus menekankan, keberhasilan investasi tidak semata-mata diukur dari keuntungan perusahaan. Investasi juga harus menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Karena itu, ia meminta manajemen PT MAS membangun hubungan harmonis dengan masyarakat, menghormati kearifan lokal, serta terlibat aktif dalam kehidupan sosial di Kabupaten Sanggau.

“Kalau prinsip ini dijalankan, masyarakat akan menjadi pagar bagi investasi dari berbagai hambatan yang tidak konstruktif. Karena itu, bangun hubungan yang baik dan jadilah bagian dari masyarakat setempat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan perusahaan agar mengantisipasi potensi konflik, khususnya persoalan lahan, melalui komunikasi terbuka dan musyawarah. Setiap persoalan, menurutnya, perlu diselesaikan sejak dini agar tidak berkembang menjadi konflik yang mengganggu hubungan perusahaan dengan masyarakat.

Selain menjaga hubungan sosial, Krisantus meminta PT MAS memenuhi seluruh kewajiban perusahaan sesuai peraturan perundang-undangan, baik regulasi pemerintah pusat maupun peraturan daerah.

Dalam bidang ketenagakerjaan, ia menyoroti pentingnya memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah untuk mengisi posisi pekerjaan berdasarkan kompetensi, keahlian, dan latar belakang pendidikan.

“Di Sanggau ini banyak anak sarjana pertanian yang bekerja memegang dodos. Kita ingin the right man on the right place. Mereka sudah menempuh pendidikan tinggi, tentu harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan menduduki posisi sesuai kompetensinya,” ungkapnya.

Menurut Krisantus, penempatan tenaga kerja sesuai kompetensi menjadi bagian penting agar sumber daya manusia lokal dapat berkembang dan memperoleh kesempatan berkontribusi dalam kegiatan perusahaan.

Perhatian serupa juga disampaikan terkait tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Ia meminta program CSR PT MAS tidak berhenti pada bantuan sesaat, melainkan diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Sektor pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu bidang yang perlu mendapat perhatian. Krisantus mencontohkan kebutuhan perbaikan tiga ruang kelas sekolah dasar di kawasan Modah yang dapat dipertimbangkan sebagai program CSR perusahaan.

“Gunakan CSR untuk sesuatu yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Misalnya, ada ruang kelas sekolah yang ambruk, itu bisa dibantu. Program CSR harus memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” pesannya.

Di sisi lain, Krisantus mengapresiasi kembali beroperasinya PT MAS setelah dua tahun menghentikan aktivitas produksi. Ia berharap momentum tersebut menjadi awal pemulihan kegiatan ekonomi perusahaan sekaligus membuka kembali peluang pemasaran hasil perkebunan masyarakat.

Pelepasan CPO perdana diharapkan turut memperlancar penyerapan hasil kebun petani, baik dari kebun mandiri maupun kebun plasma, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan menjual hasil produksinya.

“Selamat atas beroperasinya kembali PT MAS. Kita berharap aktivitas perusahaan ini memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia, Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sanggau. Masyarakat juga tidak lagi kesulitan menjual hasil kebunnya, baik kebun mandiri maupun plasma,” katanya.

Kepada koperasi yang menjadi mitra perusahaan, Krisantus juga berpesan agar menjalankan peran secara profesional dan mengutamakan kepentingan anggota. Ia mengingatkan agar koperasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan pengurus, tetapi benar-benar memperjuangkan kesejahteraan seluruh anggotanya.

“Jadilah mitra yang baik. Jangan sampai Ketua Untung Dulu. Kami bersama Bupati memiliki niat tulus agar investasi ini berhasil dan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Krisantus berharap, beroperasinya kembali PT MAS tidak hanya menghidupkan aktivitas industri kelapa sawit di Sanggau, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui kemitraan yang sehat, penyerapan tenaga kerja lokal, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Quote