Ikuti Kami

MY Esti Minta Negara Hadir Kepada Peserta Didik Korban Bencana

Esti menegaskan bahwa pendataan kebutuhan siswa harus dilakukan dengan cepat dan akurat.

MY Esti Minta Negara Hadir Kepada Peserta Didik Korban Bencana
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara.

Esti menegaskan bahwa pendataan kebutuhan siswa harus dilakukan dengan cepat dan akurat. Ia meminta agar bantuan berupa seragam, tas, sepatu, hingga alat tulis segera disalurkan agar proses belajar tidak terhambat.

Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur 

“Kami sangat prihatin melihat kondisi sekolah dan anak-anak kita pascabanjir. Namun yang luar biasa, semangat belajar mereka tetap menyala. Negara harus hadir memastikan pendidikan tetap berjalan dan anak-anak mendapatkan hak belajar yang layak,” kata Esti, saat melakukan kunjungan kerja langsung ke sejumlah sekolah terdampak pada Senin (19/01/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Esti didampingi oleh Anggota DPR RI Fraksi PDIP Jamaludin Idham, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, S.Pd., MSP, Kepala BPMP Aceh, serta jajaran dinas pendidikan setempat.

Melihat ketangguhan para siswa, Esti optimis bahwa pendidikan di Aceh akan segera pulih. Ia menjanjikan langkah nyata dengan kembali hadir pada hari berikutnya untuk menyerahkan bantuan.

"Semangat anak-anak Aceh hari ini adalah harapan besar bagi bangkitnya pendidikan pascabanjir dan longsor, bukan hanya di Aceh, tapi juga di Sumatera," tambahnya.

Baca: Mengulik Gaya Kepemimpinan Transformasional Ganjar Pranowo

Plt. Kadisdik Aceh, Murthalamuddin, memberikan apresiasi atas kehadiran langsung Komisi X DPR RI. Menurutnya, kunjungan ini memberikan suntikan moral bagi para guru dan siswa yang sedang berjuang di tengah keterbatasan.

Murthalamuddin menjelaskan bahwa meskipun sarana dan prasarana belum pulih 100%, sekolah-sekolah di Aceh Utara sudah kembali beraktivitas sejak 5 Januari 2026 sesuai kalender pendidikan.

“Keberlanjutan pembelajaran menjadi prioritas utama. Dengan dukungan guru, orang tua, dan pemerintah, proses belajar mengajar tetap berjalan agar hak pendidikan anak-anak Aceh Utara tidak terhenti akibat bencana,” tegas Murthalamuddin.

Quote