Jakarta, Gesuri.id - Keputusan penghentian operasi pencarian delapan korban kapal Arupadhatu 1 di Selat Sunda memantik simpati dari jajaran legislatif.
Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yuni Indriany, menegaskan bahwa berakhirnya operasi Search and Rescue (SAR) secara resmi bukan berarti menyurutkan kepedulian masyarakat dan pemerintah terhadap para korban serta keluarga yang ditinggalkan.
"Penghentian operasi resmi bukan berarti hilangnya kepedulian. Semangat kemanusiaan dan solidaritas harus tetap hidup," kata Yuni, Jumat (18/9).
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Politikus PDI Perjuangan ini menyampaikan duka cita mendalam serta empati setinggi-tingginya kepada keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini masih menghadapi ketidakpastian. Atas nama pribadi dan lembaga DPRD Kota Depok, ia mendoakan agar seluruh keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan.
"Meski operasi SAR resmi dihentikan, duka dan harapan keluarga tentu masih menjadi perhatian kita bersama. Kami berharap keluarga tetap memperoleh dukungan, ketenangan, serta kepastian terkait nasib para korban," ucapnya.
Di sisi lain, Yuni mengapresiasi dedikasi seluruh unsur yang telah berjuang keras selama 10 hari proses pencarian di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Upaya pantang menyerah yang ditunjukkan tim gabungan dinilainya sebagai wujud nyata misi kemanusiaan yang sangat berharga.
"Terima kasih kepada seluruh Tim SAR gabungan, relawan, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang selama ini telah bekerja tanpa lelah dalam proses pencarian," tutur Yuni.
Baca: Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat!
Terkait keputusan penghentian operasi, Yuni menilai langkah yang diambil instansi berwenang sudah melalui pertimbangan matang sesuai kriteria dan SOP yang berlaku di lapangan.
"Kami menghormati keputusan resmi penghentian operasi pencarian yang telah dilakukan berdasarkan prosedur, pertimbangan teknis, serta evaluasi di lapangan," pungkasnya.
Sebelumnya, kapal Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9).
Setelah berlangsung selama 10 hari tanpa menemukan tanda-tanda atau petunjuk keberadaan korban, tim SAR gabungan resmi menutup operasi pencarian pada Kamis (17/9/2026).

















































































