Ikuti Kami

Pramono Anung Pastikan Beasiswa LPDP Jakarta Bebas Titipan dan Tepat Sasaran

Beasiswa ini diprioritaskan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang berdomisili di Jakarta.

Pramono Anung Pastikan Beasiswa LPDP Jakarta Bebas Titipan dan Tepat Sasaran
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.

Jakarta, Gesuri.id— Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan program beasiswa LPDP Jakarta akan disalurkan secara transparan dan bebas dari intervensi pihak mana pun. 

Beasiswa ini diprioritaskan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang berdomisili di Jakarta.

"Supaya ini tidak menjadi tempat untuk menitipkan (peserta), kami bekerja sama dengan LPDP Pusat untuk proses penentuannya. Pemprov DKI mengutamakan warga Jakarta dari keluarga tidak mampu yang memiliki kemampuan akademik baik," tegas Pramono di Gedung PMI DKI Jakarta, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (17/9).

BaCa: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Program ini resmi diatur melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan. Melalui program ini, Pemprov DKI memfasilitasi jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) di perguruan tinggi terbaik dunia.

Pendaftaran LPDP Jakarta dijadwalkan buka pada September 2027 untuk masa studi tahun yang sama, dengan alokasi anggaran mencapai Rp100 miliar. Seleksi teknis dilakukan bersama LPDP Pusat, sedangkan Pemprov DKI menentukan penerima, bidang studi, dan destinasi kampus yang disesuaikan dengan kebutuhan SDM Jakarta sebagai kota global.

Selain LPDP Jakarta, Pergub Nomor 20 Tahun 2026 juga memperbarui mekanisme pendaftaran Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Penyesuaian ini menyusul adanya perubahan data desil dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Pramono menjelaskan bahwa proses verifikasi KJMU kini dibagi menjadi dua tahap untuk menjamin kepastian bagi mahasiswa yang berhak:

BaCa: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

- Tahap Pertama: Mahasiswa yang tidak memiliki kendala data desil akan langsung menerima perpanjangan bantuan secara otomatis.

- Tahap Kedua: Dilakukan audit dan pengecekan ulang bagi mahasiswa yang terindikasi mengalami pembaruan data desil, seperti kepemilikan mobil, berstatus anak Aparatur Sipil Negara (ASN), atau memiliki rumah dengan PBB di atas Rp2 miliar

"Untuk kasus-kasus seperti itu, kami lakukan pengecekan kembali agar bantuan benar-benar tepat sasaran," pungkasnya.

Quote