Ikuti Kami

Prabowo Mau Rombak Kabinet? Aria Bima Harap Bukan Ajang Bagi-Bagi Kursi Politik

Aria: Kalau reshuffle kita menempatkan pada normatif ya itu hak prerogatif presiden.

Prabowo Mau Rombak Kabinet? Aria Bima Harap Bukan Ajang Bagi-Bagi Kursi Politik
Wakil Ketua Komisi ll DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Aria Bima.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi ll DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Aria Bima, menanggapi isu rencana perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. 

Ia berharap reshuffle dilakukan semata-mata untuk memperkuat kinerja pemerintahan, bukan sebagai ajang bagi-bagi kursi politik kepada partai-partai pendukung.

“Kalau reshuffle kita menempatkan pada normatif ya itu hak prerogatif presiden. Bahwa yang penting menteri itu adalah presiden butuh pembantu menteri menteri ini, bukan memberikan lapangan kerja, bukan bagi-bagi kursi partai politik,” kata Aria, dikutip Jumat (23/1/2026).

Menurut Aria Bima, tantangan pemerintahan ke depan sangat kompleks, baik yang berkaitan dengan persoalan dalam negeri maupun dinamika global. Kondisi tersebut menuntut Presiden Prabowo memiliki susunan kabinet yang solid, profesional, dan benar-benar mampu menerjemahkan visi serta agenda kerja presiden.

“Tapi dengan skup tugas tanggung jawab presiden, dengan sekian kompleksitasnya masalah dalam luar negeri sampai daerah yang demikian kompleks ini, Pak Prabowo ini butuh kabinet. Tidak hanya butuh menteri dan tidak semua menteri itu bisa menjadi kabinet yang bagus buat Pak Prabowo,” imbuhnya.

Politisi senior PDI Perjuangan tersebut menekankan bahwa efektivitas kabinet tidak hanya ditentukan oleh jumlah menteri, tetapi oleh kapasitas, integritas, dan kemampuan para pembantu presiden dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, evaluasi kinerja menteri menjadi faktor utama yang seharusnya menjadi dasar dalam reshuffle kabinet.

Ia juga mengingatkan bahwa reshuffle kabinet merupakan bagian dari mekanisme penyempurnaan pemerintahan yang lazim dilakukan dalam sistem presidensial. Namun demikian, langkah tersebut harus tetap berorientasi pada kepentingan rakyat dan tujuan pembangunan nasional, bukan sekadar kompromi politik jangka pendek.

Aria Bima berharap Presiden Prabowo dapat memilih figur-figur menteri yang memiliki kompetensi, rekam jejak yang jelas, serta kesamaan visi dalam menghadapi berbagai persoalan strategis bangsa. Dengan demikian, kabinet yang dibentuk benar-benar mampu bekerja secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai anggota DPR RI, Aria Bima menegaskan bahwa parlemen akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah, termasuk terhadap susunan dan kinerja kabinet, demi memastikan jalannya pemerintahan tetap berada pada koridor konstitusi dan kepentingan rakyat.

Quote