Jakarta, Gesuri.id - Gubernur Bali Wayan Koster memberi peringatan keras kepada seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali agar tidak sekali-kali menyalahgunakan jabatan untuk memburu atau bermain proyek.
Penegasan tersebut disampaikan Koster saat menutup Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (16/9).
Baca: Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat!
Koster menekankan bahwa penghasilan resmi yang diterima pejabat, baik melalui gaji pokok maupun Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
" De (jangan) main proyek. Cukup jadi Kadis (Kepala Dinas), eselon tiga, Kabid (Kepala Bidang), Kabag (Kepala Bagian), segala macam itu. Cukup dari gaji dan TPP. Itu sudah lebih dari cukup. De bin ngalih-ngalih (jangan lagi mencari-cari) proyek," tegas Koster.
Ia mengingatkan bahwa jabatan publik merupakan amanah untuk melayani masyarakat dan menjalankan pembangunan daerah, bukan sarana memupuk keuntungan pribadi.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Oleh karena itu, seluruh aparatur diminta menjaga integritas, etika, dan perilaku selama memangku kewenangan.
"Tugas kita adalah berkarma yang baik, berbuat yang baik. Isilah kehidupan ini dengan perilaku terbaik," pesannya.
Melalui peringatan ini, Koster berharap jajaran Pemprov Bali dapat bekerja secara profesional, bertanggung jawab, serta menjaga kepercayaan masyarakat tanpa tergiur praktik-praktik melanggar hukum.

















































































