Jakarta, Gesuri.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak para investor untuk menanamkan modalnya di Jakarta. Ia menawarkan berbagai peluang investasi, mulai dari sektor ekonomi kreatif, transportasi, hingga pengelolaan sampah.
Ajakan tersebut disampaikan Pramono dalam acara High Tea Reception Hosted by East Ventures X Jakarta City Government di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta belum lama ini. Pramono menegaskan, Jakarta terbuka untuk kerja sama investasi sebagai bagian dari upaya menjadikan kota tersebut sebagai kota global.
"Jakarta sebagai kota yang sangat terbuka untuk investasi di bidang tersebut, tentunya kami dengan senang hati membuka diri untuk bisa bekerja sama dengan East Ventures," ujar Pramono, dikutip dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Ia bilang, East Ventures merupakan salah satu mitra strategis yang berperan dalam menghubungkan dan mengembangkan perusahaan rintisan atau startup, talenta, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta.
Pramono juga menyoroti posisi Jakarta sebagai pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala internasional, mulai dari konser musisi dunia hingga ajang maraton internasional. Berbagai kegiatan tersebut dinilai turut menggerakkan perekonomian Jakarta, seiring dengan perkembangan kota yang semakin terintegrasi dan inklusif.
Selain sektor ekonomi kreatif, Pramono menawarkan peluang investasi untuk mengatasi sejumlah persoalan perkotaan, terutama transportasi, polusi udara, dan pengelolaan sampah. Di sektor transportasi, tingginya mobilitas penduduk dari wilayah penyangga menjadi salah satu tantangan utama Jakarta.
Untuk mengurangi kemacetan, Pemprov DKI terus mengembangkan layanan transportasi umum, termasuk Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan daerah sekitarnya.
"Hal ini membuat peralihan penggunaan ke transportasi umum meningkat sekitar 15%. Sekarang Jakarta berada di peringkat 15 di dunia untuk masalah transportasi," kata Pramono.
Sementara itu, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian Pemprov DKI. Jakarta saat ini menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah setiap hari. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah tengah menyiapkan pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah di tiga lokasi.

















































































