Ikuti Kami

Guntur Wahono: Daya Tarik Soekarno Run Semakin Luas

Olahraga dapat menjadi salah satu ruang untuk menanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda.

Guntur Wahono: Daya Tarik Soekarno Run Semakin Luas
Soekarno Run di Blitar - Foto: Web DPD PDI Perjuangan Jatim

Blitar, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, menilai kehadiran peserta dari berbagai daerah, termasuk luar negeri, menunjukkan daya tarik Soekarno Run semakin luas.

Namun, menurutnya, prestasi yang diraih para pelari tidak datang secara instan. Ada proses panjang berupa latihan, disiplin, dan persiapan yang harus dijalani sebelum seseorang mencapai hasil yang diinginkan.

“Ini menunjukkan semangat yang luar biasa. Rata-rata mereka yang menjadi juara sudah melakukan persiapan. Artinya, sesuatu itu harus dicapai melalui upaya dan persiapan yang matang,” kata Guntur, Minggu (8/11/2026).

Ia melihat olahraga dapat menjadi salah satu ruang untuk menanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda. Semangat berlatih, keberanian berkompetisi, dan ketekunan mengejar target merupakan nilai yang perlu terus dibangun.

Guntur berharap semangat tersebut tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Generasi muda perlu memiliki ruang untuk terus berkarya dan mengambil bagian dalam berbagai kegiatan positif.

Sementara itu, usia bukan penghalang untuk terus berlari. Bagi Raquel Pirera Sajana, 52 tahun, setiap perlombaan adalah kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus menjaga semangat hidup. Sementara bagi Farles Syaif Sabana, 17 tahun, lintasan lari menjadi tempat membuktikan bahwa kerja keras dan persiapan bisa mengantarkan anak muda meraih prestasi.

Keduanya datang dari latar belakang berbeda. Raquel merupakan pelari asal Timor Leste yang kini menetap di Bandung. Farles adalah pelajar kelas XI SMA asal Malang, Jawa Timur. Namun, Minggu (8/11/2026) pagi, keduanya bertemu dalam satu perhelatan: Soekarno Run Blitar 2026.

Di antara ribuan pelari yang memadati Kota Blitar, Raquel dan Farles berhasil membawa pulang prestasi. Raquel meraih juara kedua kategori 5 kilometer (5K) Master usia 40 tahun ke atas, sedangkan Farles keluar sebagai juara pertama kategori pelajar 5K.

Bagi Raquel, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kebiasaan berlatih dan mengikuti berbagai kompetisi lari. Persiapan selama sekitar tiga bulan menjadi bekal sebelum menghadapi lintasan Soekarno Run.

Ia mengaku senang bisa menjadi bagian dari kegiatan yang mempertemukan pelari dari berbagai daerah hingga mancanegara tersebut. Apalagi, rute lomba dinilainya cukup nyaman untuk diikuti.

“Persiapannya sekitar tiga bulan. Kami memang sering ikut lomba seperti ini, jadi sudah terbiasa. Untuk rutenya juga tidak sulit, sangat bagus,” ungkap Raquel.

Pada usia yang tidak lagi muda, Raquel menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya milik mereka yang masih berada di bangku sekolah atau usia produktif. Konsistensi dan kemauan menjaga kebugaran menjadi bagian penting untuk terus aktif mengikuti kompetisi.

Atas prestasinya, Raquel membawa pulang hadiah sebesar Rp 7,5 juta.

Cerita berbeda datang dari Farles. Masih berusia 17 tahun, pelajar asal Malang itu justru sedang membangun perjalanan prestasinya di dunia atletik.

Kemenangan dalam kategori pelajar 5K menjadi pencapaian tersendiri bagi Farles. Ia tidak datang dengan persiapan seadanya. Selama kurang lebih dua bulan, dirinya menjalani latihan untuk meningkatkan kemampuan dan daya tahan tubuh.

Latihan interval dan tempo menjadi bagian dari rutinitas yang dijalankannya sebelum berlomba. Persiapan tersebut akhirnya berbuah hasil berupa gelar juara pertama dengan hadiah Rp 25 juta.

Bagi Farles, Soekarno Run bukan sekadar tempat mengejar kemenangan. Ia berharap kompetisi seperti ini semakin sering digelar agar semakin banyak anak muda tertarik menekuni olahraga, khususnya atletik.

Menurutnya, kehadiran ajang lari dengan peserta dari berbagai daerah dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan.

Dua cerita tersebut menjadi gambaran bahwa lintasan Soekarno Run mempertemukan semangat lintas generasi. Ada pelari yang terus menjaga konsistensi di usia matang, ada pula anak muda yang sedang merintis jalan menuju prestasi.

Di luar persaingan para pelari, Soekarno Run Blitar 2026 juga membawa pesan yang lebih luas. Sebanyak 4.200 peserta terdaftar mengikuti dua kategori lomba, yakni 5K dan 10 kilometer (10K).

Menariknya, lintasan yang disiapkan panitia menghubungkan sejumlah kawasan bersejarah terkait perjalanan hidup Presiden pertama RI, Soekarno. Peserta tidak hanya diajak berlari mengejar garis finis, tetapi juga menyusuri jejak sejarah Sang Proklamator di Kota Blitar.

Quote