Ikuti Kami

Rahmad Ingatkan Menko PMK Berhati-hati Gunakan Diksi Endemi

Rahmad mengkhawatirkan masyarakat akan salah kaprah akan diksi endemi.

Rahmad Ingatkan Menko PMK Berhati-hati Gunakan Diksi Endemi
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengingatkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy berhati-hati menggunakan diksi endemi COVID-19.

"Hati-hati menggunakan diksi endemi. Meskipun faktanya memang sudah banyak yang sudah bisa dikendalikan tapi takutnya (masyarakat) salah kaprah," ujar Rahmad di Jakrta, Rabu (10/8).

Baca: DPR Minta Tingkatkan Kewaspadaan Akan Cacar Monyet

Menurut Rahmad penyebutan endemi bukan lah merupakan target pemerintah. Rahmad mengingatkan fase endemi masih masih berbahaya.

"Ingat lho endemi itu masih berbahaya dan berisiko. Dikatakan endemi itu kan karena angka reproduksinya satu atau di bawah satu artinya seseorang yang positif itu bisa jadi tidak menularkan, bisa juga menularkan," lanjut Rahmad.

Baca: Elva Dorong Anak Usia 16-18 Tahun Segera Dapatkan Booster

Meski begitu, Rahmad tidak tertarik membahas seputar diksi endemi. Rahmad menambahkan pandemi ini sifatnya global. 

Artinya jika kasus COVID-19 di suatu negara meningkat, maka bisa saja di negara lain juga terkena imbasnya.

"Saya khawatir mengganggu psikologis masyarakat. Seolah-olah perubahan pandemi menjadi endemi itu sehingga masyarakat menjadi sedikit atau lalai menjaga protokol kesehatan. COVID-19 (dinilai, red) sudah tidak berbahaya dan itu yang mesti kita hindarkan," jelas Rahmad.

Quote