Jakarta, Gesuri.id - Pernah penasaran seperti apa suasana di dalam Balai Kota DKI Jakarta dan bagaimana pusat pemerintahan ini menjalankan berbagai kegiatannya? Sekarang, kamu punya kesempatan untuk mengenalnya secara langsung lewat Namu Balai Kota atau City Hall Experience, Jumat (23/10/2026).
Program ini diluncurkan secara resmi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mewakili Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota DKI Jakarta.
Pada hari peluncuran tersebut, sebanyak 500 warga hadir untuk menikmati berbagai aktivitas di balai Kota.
Namu Balai Kota merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang mengintegrasikan tur sejarah dan pemerintahan, pemutaran film, area komunitas, layanan publik, panggung musik, hingga bazar UMKM di kompleks Balai Kota DKI Jakarta.
Balai Kota, Bale-nya Masyarakat Jakarta
Smartcitizen, Namu Balai Kota diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membuka kesempatan bagi warga mengenal pusat pemerintahan secara langsung. Menurut Rano, program ini berangkat dari keinginan untuk mempertemukan warga dengan berbagai program pemerintah yang selama ini hanya diketahui masyarakat melalui media.
“Saya berbicara berdua dengan Pak Gubernur tentang apa saja yang sudah kita lakukan selama dua tahun ini. Masyarakat mungkin sudah mengetahuinya melalui Instagram atau media sosial, tetapi belum berkesempatan melihatnya secara jelas. Hari ini, kita memulai Namu Balai Kota agar masyarakat bisa melihat secara langsung hal tersebut di Balai Kota," ujar Rano.
Rano menuturkan, pembukaan Balai Kota untuk masyarakat selaras dengan budaya Betawi yang mengenal bale sebagai tempat berkumpul dan menyambut tamu. Ia berharap Balai Kota dapat menjadi ruang terbuka bagi warga untuk berinteraksi sekaligus mengenal pemerintahan Jakarta secara lebih dekat.
“Sebenarnya, kalau orang Betawi bilang, balai itu bale, tempat orang berkumpul dan menerima tamu. Jadi ini bale kota, bale-nya masyarakat yang terbuka untuk warga datang serta berkumpul," papar Rano.
Menjelajahi Balai Kota dan Mengikuti Latihan Bahasa Isyarat
Setelah meresmikan peluncuran Namu Balai Kota, Rano Karno meninjau sejumlah area dan mengikuti rangkaian kegiatan bersama Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto; Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim; Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi; serta jajaran kepala perangkat daerah dan BUMD Provinsi DKI Jakarta.
Rombongan menyusuri Pendopo Balai Kota, mengikuti pelatihan bahasa isyarat bersama komunitas Difabis, dan mengunjungi Mini Mall Pelayanan Publik. Rano juga menyempatkan diri menonton film Teka, karya warga RW 06 Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta, Marulina Dewi, menyampaikan bahwa seluruh kegiatan pada hari peluncuran berlangsung tertib dan lancar. Penataan alur pengunjung yang dievaluasi setelah uji coba pada 3 Oktober 2026 juga meningkatkan kenyamanan selama kunjungan.
"Melihat respons positif ini, dengan izin Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, Namu Balai Kota akan dilaksanakan setiap dua minggu sekali hingga akhir 2026. Selanjutnya, pelaksanaan program pada 2027 akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi berkala," ungkap Marulina Dewi.
Beragam Aktivitas Edukatif dan Rekreatif untuk Warga
Sejak pagi hari, ratusan warga memadati kompleks Balai Kota untuk menikmati berbagai kegiatan dalam program Namu Balai Kota. Anak-anak mencoba pengalaman menjadi penyiar melalui Kids on Air, sedangkan pengunjung lainnya mengikuti tur Balai Kota, menonton film dalam Jakarta Cinema Experience, hingga beraktivitas bersama komunitas di Community Playground.
Sementara itu, di halaman depan Balai Kota terdapat Mini Mall Pelayanan Publik yang menghadirkan layanan pengurusan paspor dari Kantor Imigrasi Tanjung Priok, SIM Keliling dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Samsat Keliling dari Bapenda Provinsi DKI Jakarta, serta Perpustakaan Keliling dari Dispusip Provinsi DKI Jakarta. Pengunjung juga dapat memperoleh edukasi perizinan dan DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, mengakses layanan produk finansial dan pembayaran PBB dari Bank Jakarta, serta memberi produk pangan dari Dharma Jaya dan Food Station Tjipinang Jaya.
Sejumlah perangkat daerah turut mengadakan kegiatan edukasi yang dekat dengan keseharian warga.
Pengunjung dapat mengikuti kegiatan edukasi pemilahan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, latihan pencegahan kebakaran dari Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta, serta pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Ada juga permainan tradisional congklak, dampu, dan bekel, yang dihadirkan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta.
Salah satu pengunjung, Istiqomah (42), mengaku senang bisa mengajak anaknya menjelajahi Balai Kota karena memberikan pengalaman baru yang tidak didapatkan di dalam kelas formal.
"Anak saya senang banget bisa masuk dan lihat Balai Kota. Mudah-mudahan program ini bisa rutin, karena bagus untuk edukasi anak-anak," tutur Rina.
Temukan Pengalaman Baru di Namu Balai Kota
Smartcitizen, Pemprov DKI Jakarta berharap melalui program Namu Balai Kota masyarakat memiliki ruang untuk mengenal pemerintahan Jakarta lebih dekat melalui pengalaman yang edukatif dan menyenangkan.
Kehadiran program ini juga diharapkan dapat memperluas wawasan generasi muda tentang Jakarta serta mendorong mereka mengambil bagian dalam pembangunan kota di masa depan.
Bagi warga yang ingin berkunjung, Namu Balai Kota dijadwalkan berlangsung setiap dua minggu sekali hingga akhir 2026, pada hari Sabtu pukul 08.00–16.00 WIB, sesuai jadwal yang ditetapkan. Smartcitizen dapat memantau tanggal operasional dan melakukan reservasi melalui kanal resmi smartcity.jakarta.go.id atau melalui fitur Namu Balai Kota pada aplikasi JAKI.

















































































