Jakarta, Gesuri.id - Wakil Komisi II DPR RI, Aria Bima, mengatakan sangat perlu menjaga kehadiran negara di saat yang paling dibutuhkan.
Contohnya, kata Aria, saat tahun baru yang selalu datang membawa satu pertanyaan yang sederhana, namun sering kita hindari dengan kesibukan.
"Bagi banyak saudara kita, pergantian tahun tidak datang dalam keadaan lapang," ujarnya, dikutip Jumat (9/1).
Pergantian tahun sering hadir di tengah rumah yang belum selesai dibenahi, di tengah jalan yang masih terputus, di tengah keluarga yang masih mencari kepastian tentang hari esok.
"Sebagai pimpinan Komisi II DPR RI saya merasakan satu hal yang makin jelas," ungkapnya.
Aria menjelaskan ketika bencana datang, yang pertama kali ditagih rakyat bukanlah retorika, namun kehadiran negara, dalam bentuk yang paling nyata.
"Saya menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah kemanusiaan yang digalang oleh PDI Perjuangan melalui Baguna, Badan Penanggulangan Bencana partai," ucapnya.
Baguna, lanjutnya, bergerak sesuai arahan Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarnoputri agar selalu berada di barisan terdepan dalam merawat kehidupan, menguatkan yang 'terluka', dan memastikan masyarakat tidak dibiarkan menghadapi bencana sendirian.
Aria juga menghargai kepedulian dan bantuan kemanusiaan yang datang dari partai-partai politik lainnya.
Di saat-saat seperti inilah, ujarnya, kemanusiaan seharusnya menjadi bahasa bersama yang melampaui sekat-sekat politik.
Untuk itu, Aria Bima mengajak di tahun baru ini, hidupkan kembali tiga hal.
Pertama, kepekaan, agar kebijakan tetap dekat dengan realitas warga. Kedua, kedisiplinan, agar sistem tidak runtuh saat diuji. Ketiga, ketulusan, agar kekuasaan tidak menjauhkan kita dari kemanusiaan.
"Jika tiga hal ini hidup, optimisme tidak berhenti sebagai kata," pungkasnya.

















































































