Ikuti Kami

Rokhmin Dahuri: Pentingnya Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan Melalui Dialog Kebangsaan

Rokhmin menjelaskan sikap saling menghormati dalam kehidupan sosial merupakan manifestasi utama dari nilai Pancasila.

Rokhmin Dahuri: Pentingnya Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan Melalui Dialog Kebangsaan
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui Dialog Kebangsaan dalam rangka Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama ICMI Kota Cirebon. 

Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan dan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Untuk kehidupan bermasyarakatnya, ya kan, tahu seorang yang pancasionalis itu pertama, dia harus saling menghormati. Perbedaan agama sudah kerasa tidak boleh. Ada teman Christian yang mau menjadikan gereja, kita Allah mahu allah ini. Dia yang masih belum menjari. Tuh, lakukan dihukum, walaupun dia ngasih,” kata Rokhmin dalam dialog kebangsaan tersebut, dikutip pada Minggu (11/1/2026).

Rokhmin menjelaskan sikap saling menghormati dalam kehidupan sosial merupakan manifestasi utama dari nilai Pancasila. Menurutnya, keberagaman agama, suku, dan budaya tidak boleh menjadi sumber konflik, melainkan harus menjadi kekuatan untuk membangun harmoni sosial yang kokoh.

“Yang kedua adalah tak hukum. jadi kita harus rule based ya, dalam melanggar kata hukumnya,” lanjutnya.

Ia menekankan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum, sehingga setiap warga negara wajib menjunjung tinggi supremasi hukum. Ketaatan terhadap hukum, kata Rokhmin, menjadi prasyarat penting untuk menciptakan ketertiban, keadilan, dan rasa aman dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, Rokhmin juga mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai kebangsaan.

“ya kan, yang ketiga adalah politis dan aktif jadi, ada-ada istri-istri yang hadir ini melakukan diri untuk aktif tidak hanya dalam forum diskusi, tapi juga dalam kehidupan bermasyarakat seharian you have to be very active gitu ya jangan cicing gitu,” tegasnya.

Menurut Rokhmin, partisipasi aktif masyarakat tidak boleh berhenti pada ruang-ruang diskusi formal, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, komunitas, maupun masyarakat luas.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya semangat gotong royong sebagai ciri khas bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“kemudian berikutnya adalah gotong royong ada-ada kita harus saling tolong-tolong,” ujarnya.

Rokhmin menilai gotong royong merupakan kekuatan sosial yang mampu mempererat persatuan dan membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun kebangsaan.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia, kepentingan persatuan harus selalu diutamakan.

“dan berikutnya adalah mengutamakan kepentingan persatuan dalam keberagaman, kan keberagaman misalnya sudah telor kita ada hidup, misalnya, ayam bodas gitu,” tuturnya.

Dialog Kebangsaan bersama ICMI Kota Cirebon ini juga menjadi ruang refleksi penting untuk membangun sumber daya manusia unggul yang tidak hanya berbekal ilmu pengetahuan, tetapi juga etika, moral, dan komitmen kebangsaan. Rokhmin menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak akan berhasil tanpa fondasi nilai-nilai Pancasila yang kuat di tengah masyarakat.

Melalui sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini, Rokhmin berharap masyarakat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta harmoni sosial yang berlandaskan saling menghormati, taat hukum, gotong royong, serta komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Quote