Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Hj. Sadarestuwati, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog Mojongapit di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk memastikan ketersediaan stok beras dan gabah tetap aman menjelang Idulfitri.
“Kalau stok di Bulog sekitar 65 ribu ton, itu aman sampai tahun depan. Apalagi nanti masih ada pengadaan dari panen raya tahun ini,” ujar Mbak Estu, sapaan akrab Sadarestuwati, dikutip Rabu (11/3).
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Bidang Pertanian dan Pangan DPP PDI Perjuangan itu meninjau langsung cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog serta memantau proses penyerapan gabah dari petani. Ia memastikan persediaan pangan di gudang tersebut masih dalam kondisi mencukupi.
Selain memeriksa stok beras, Sadarestuwati juga menyoroti rencana pengadaan gabah baru pada 2026. Menurutnya, Bulog tengah menyiapkan pengadaan sekitar 25 ribu ton gabah dari hasil panen petani.
“Saya berharap Bulog tetap menjalankan fungsi seperti ini, menyerap gabah dari petani, memproduksi beras, lalu menstabilkan harga di pasar. Dengan begitu gejolak harga seperti kemarin bisa diredam,” jelasnya.
Setelah meninjau gudang Bulog, Sadarestuwati melanjutkan sidak ke Pasar Pon Jombang untuk memantau harga sejumlah kebutuhan pokok. Ia mengecek langsung harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyak Kita.
Di pasar tersebut, beras SPHP dijual sekitar Rp57.000 hingga Rp58.000 per kemasan, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Para penjual juga senang menjual beras SPHP karena harganya sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini memang sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memainkan harga kebutuhan pokok menjelang hari raya.
“Sidak ini juga untuk memastikan sembako di pasar tradisional tercukupi. Jangan sampai menjelang hari raya harga tiba-tiba naik atau dinaikkan oleh oknum tertentu,” tegasnya.
Selain itu, Sadarestuwati berharap Bulog ke depan dapat ikut berperan dalam pengadaan dan distribusi gula agar harganya lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Gula juga termasuk sembako. Saya berharap Bulog bisa membeli dan menyalurkan gula dengan harga yang lebih terjangkau untuk masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur, Sugeng Hardono, memastikan stok beras di wilayahnya dalam kondisi aman. Ia menyebutkan cadangan beras Bulog di Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 999 ribu ton.
“Kami pastikan stok cukup hingga tahun depan karena saat ini ada sekitar 999 ribu ton,” ujar Sugeng.
Menurutnya, Bulog juga terus menjaga stabilitas harga melalui distribusi beras SPHP dan minyak goreng Minyak Kita di pasar.
“Harga kita jaga melalui distribusi beras SPHP dan Minyak Kita. Mudah-mudahan harga beras dan minyak bisa tetap terkendali,” ungkapnya.
Sugeng menambahkan, pihaknya akan menindak pedagang yang menjual komoditas tersebut di atas harga eceran tertinggi.
“Jika ada penjual yang menjual beras SPHP dan Minyak Kita di atas HET, kami akan datangi bersama Satgas Pangan untuk memberikan teguran agar tidak mengulangi lagi,” pungkasnya.

















































































