Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI Samuel Wattimena menekankan pentingnya keberpihakan kawasan industri terhadap pelaku industri kecil dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Ia menyoroti penyerapan tenaga kerja sekitar serta keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kawasan Industri Cikupa Mas.
Samuel menilai keberadaan 150 tenant usaha di kawasan tersebut memiliki potensi besar. Namun, pemenuhan kebutuhan tenaga kerja lokal masih terkendala oleh kapasitas dan kompetensi masyarakat.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Ia mempertanyakan kejelasan penanggung jawab program pembinaan dan pelatihan bagi warga sekitar kawasan.
"Kami paham harus ada pembinaan, pendidikan, maupun pelatihan. Ini sesungguhnya menjadi kewajiban siapa? Apakah Kementerian Perindustrian, atau sinergi Kementerian Perindustrian dengan Pemerintah Kabupaten? Serta bagaimana keterlibatan pengelola Cikupa Mas, apakah pasif menerima atau ada permintaan khusus?" ujar Samuel.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Selain masalah penyerapan tenaga kerja, Samuel menyoroti belum adanya regulasi yang jelas terkait perlindungan hak perempuan dan anak di kawasan tersebut, seperti hak cuti hamil dan fasilitas pendukung lainnya.
Ia juga menyayangkan belum optimalnya integrasi UMKM maupun Industri Kecil Menengah (IKM) lokal ke dalam ekosistem Kawasan Industri Cikupa Mas. Menurutnya, sosialisasi dan pendampingan intensif perlu dilakukan agar pelaku usaha lokal dapat memanfatkan peluang ekonomi yang ada.
"Kawasan industri ini harus menyerap sebanyak mungkin tenaga kerja sekitar dengan jaminan kompetensi yang sesuai. Di sisi lain, pelaku UMKM juga harus diberi ruang dan pemahaman agar bisa menjadi bagian serta mendapat porsi pertumbuhan ekonomi dari kawasan ini," pungkasnya.

















































































