Ikuti Kami

SDN 2 Mulyoagung Rusak Parah, Abdul Qodir Pasang Badan: Pakai Dana Pokir PDI Perjuangan Jika Perlu!

Abdul Qodir, menegaskan bahwa perbaikan sekolah tersebut harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah tahun ini.

SDN 2 Mulyoagung Rusak Parah, Abdul Qodir Pasang Badan: Pakai Dana Pokir PDI Perjuangan Jika Perlu!
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir.

Malang, Gesuri.id – Kondisi memprihatinkan SDN 2 Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, memicu reaksi keras dari jajaran legislatif. 

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir, menegaskan bahwa perbaikan sekolah tersebut harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah tahun ini.

Pria yang akrab disapa Adeng ini bergerak cepat dengan menghubungi Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas), Bagus Sulistyawan, serta Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK), Farid Habibah, Selasa (21/4).

Baca: Terobosan dan Torehan Segudang Prestasi Ganjar Pranowo

Adeng menilai kerusakan SDN 2 Mulyoagung sangat kontras dengan lokasinya yang strategis. Sekolah ini berada di jalur utama menuju Kota Wisata Batu yang dikelilingi belasan kafe hits dan dikunjungi sekitar 5.000 wisatawan setiap akhir pekan.

"Selain kerusakannya memang parah, letak sekolah ini sangat mencolok di jalur wisata. Malu kita kalau dilihat ribuan wisatawan dari luar kota setiap minggu. Tahun ini wajib diperbaiki," tegas Adeng.

Kedekatan emosional juga menjadi alasan Adeng bersuara lantang. Rumah Sekretaris DPC PDI Perjuangan ini hanya berjarak "selemparan batu" dari sekolah tersebut, bahkan kerusakan bangunan sekolah terlihat jelas dari dapur rumahnya.

Solusi Cerdas: Hibahkan Dana Pokir Fraksi

Menanggapi isu pemotongan anggaran dinas, Adeng melontarkan solusi konkret. Ia menawarkan penggunaan dana Pokok Pikiran (Pokir) dari 13 anggota Fraksi PDI Perjuangan untuk menambal kekurangan biaya rehabilitasi sekolah.

Langkah ini, menurutnya, secara konstitusi sangat dimungkinkan melalui skema mandatory spending.

"Secara aturan diperbolehkan menggunakan hingga 20 persen dana Pokir kami untuk sektor pendidikan. Jika Cipta Karya beralasan tidak ada anggaran, kami siap alokasikan dari sana," tambah figur yang digadang-gadang bakal berlaga di Pilkada 2029 tersebut.

Baca: Ganjar Membuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif

Di sisi lain, Kepala Dinas PU Cipta Karya, Farid Habibah, menyatakan pihaknya segera mengambil langkah teknis. Meski belum bisa merinci besaran anggaran, tim ahli telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan.

"Hari ini tim langsung kami turunkan ke lokasi untuk menghitung dan mengalkulasikan tingkat kerusakan bangunan," ujar mantan Kadis Sumber Daya Air (SDA) tersebut.

Sebagai informasi, SDN 2 Mulyoagung dilaporkan telah lama mengalami kerusakan berat di beberapa titik kelas. Selama ini, bangunan tersebut seolah luput dari perhatian dinas terkait hingga memicu kritik dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi GRIP Jaya.

Quote