Surabaya, Gesuri.id – Anggota Komisi XII DPR RI, Arif Riyanto Uopdana, mendorong pemerintah bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk memperkuat pasokan gas bumi nasional dan mempercepat pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga.
Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga ketahanan energi, meningkatkan daya saing industri, serta menekan ketergantungan pada LPG.
Pernyataan tersebut disampaikan Arif di sela-sela Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI ke PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur di Surabaya, Rabu (22/7/2026). Agenda ini digelar untuk meninjau pengawasan distribusi BBM dan LPG bersubsidi, pengembangan infrastruktur gas bumi, hingga strategi peningkatan pemanfaatan listrik nasional.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Dalam pertemuan tersebut, Komisi XII soroti kendala utama pasokan gas nasional yang berada di sektor hulu.
"Kami berharap ada dukungan penuh kepada PGN untuk meningkatkan pasokan. Saat ini tantangan terbesar ada di hulu, karena banyak sumur gas mengalami penurunan alami (natural decline) akibat usia lapangan yang sudah tua," ungkap Arif.
Arif menegaskan bahwa penurunan produksi lapangan tua harus segera diantisipasi lewat peningkatkan kegiatan eksplorasi, penemuan sumber gas baru, dan penguatan infrastruktur transmisi.
Di sisi lain, percepatan pembangunan jargas rumah tangga dinilai menjadi kunci dalam menghemat anggaran negara. Selain memberikan alternatif energi yang lebih murah bagi masyarakat, ekspansi jargas efektif mengurangi beban impor serta subsidi LPG, sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih yang berkelanjutan.
Tidak hanya jargas rumah tangga, Komisi XII DPR RI juga menyoroti implementasi kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang berdampak langsung pada daya saing sektor manufaktur. Arif meminta adanya koordinasi intensif antara pemerintah, PGN, dan pelaku usaha agar tercipta titik temu yang ideal.
"Terkait HGBT, kami berharap ada solusi win-win antara pelaku industri dan PGN. Pasokan gas yang stabil dan terjangkau adalah penopang utama agar industri nasional dapat terus tumbuh," tegas legislator tersebut.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Sebagai subholding gas Pertamina, PGN memegang peran vital dalam mengalirkan energi ke kawasan industri, pembangkit listrik, sektor komersial, hingga pemukiman.Jawa Timur yang berstatus sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia dinilai sangat bergantung pada kepastian pasokan energi ini.
Penguatan infrastruktur gas di Jawa Timur diharapkan tidak hanya memacu pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap energi yang lebih hemat dan efisien.
















































































