Ikuti Kami

Serap Aspirasi Mahasiswa Pegunungan Bintang, Arif Uopdana Soroti Akses Listrik yang Baru 21 Persen

Arif mendengarkan berbagai aspirasi terkait pembangunan daerah hingga program strategis yang perlu dikawal di tingkat pusat.

Serap Aspirasi Mahasiswa Pegunungan Bintang, Arif Uopdana Soroti Akses Listrik yang Baru 21 Persen
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Arif Rianto Uopdana.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Arif Rianto Uopdana, menggelar kegiatan reses perorangan Masa Sidang I bersama 150 mahasiswa asal Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Pertemuan yang berlangsung di Hotel Zuni, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (16/10).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan langsung gagasan serta kebutuhan daerah mereka.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​Dalam dialog interaktif tersebut, Arif mendengarkan berbagai aspirasi terkait pembangunan daerah hingga program strategis yang perlu dikawal di tingkat pusat. Momen ini sekaligus dimanfaatkan Arif untuk mengevaluasi dua tahun masa jabatannya sebagai wakil rakyat di Senayan.

​"Reses hari ini bertepatan dengan kurang lebih dua tahun saya bertugas di DPR RI. Ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan apa saja yang sudah diperjuangkan, mana yang telah berhasil, dan mana yang masih perlu kita dorong bersama," ujar Arif.

​Salah satu isu krusial yang menyita perhatian dalam pertemuan tersebut adalah minimnya akses penerangan di Kabupaten Pegunungan Bintang. Arif mengungkapkan, rasio elektrifikasi di wilayah tersebut masih sangat memprihatinkan, yakni baru mencapai sekitar 21 persen.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak 

​"Dari total lebih dari 2.600 kampung, baru sekitar 400 kampung yang sudah menikmati layanan listrik. Persoalan kelistrikan ini menjadi catatan penting bagi saya untuk terus dikawal di pemerintah pusat agar masyarakat di kampung-kampung bisa menikmati penerangan secara merata," tegasnya.

​Arif menekankan bahwa gagasan dan kritikan dari kalangan mahasiswa sangat krusial dalam mengawal arah pembangunan di Papua Pegunungan. Menurutnya, pemuda adalah kunci agar program pemerintah tepat sasaran dan menjawab kebutuhan mendasar masyarakat.

​Ia berharap aspirasi yang terhimpun dalam reses ini dapat direalisasikan secara bertahap demi mendorong pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Pegunungan Bintang.

Quote