Jakarta, Gesuri.id — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Papua Pegunungan, Arif Rianto Uopdana, menegaskan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.
Sampah yang selama ini kerap dianggap sebagai barang tak berguna, menurutnya, justru memiliki potensi ekonomi jika dikelola secara tepat dan terukur.
Hal tersebut disampaikan Arif saat membuka secara resmi Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomis bagi mahasiswa Kabupaten Pegunungan Bintang di Hotel Suni, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (16/10).
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Agenda strategis ini diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia untuk mencetak generasi muda sebagai penggerak perubahan lingkungan.
Arif mengingatkan bahwa tantangan geografis Kabupaten Pegunungan Bintang yang mencakup 34 distrik serta akses transportasi yang terbatas menuntut penanganan limbah domestik secara mandiri sejak dari rumah tangga.
“Generasi muda, khususnya mahasiswa, harus memiliki pemahaman, kepedulian, serta tindakan nyata dalam pengelolaan sampah. Hal ini perlu dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah organik dan anorganik di lingkungan keluarga yang menjadi fondasi utama keberhasilan pelestarian alam,” ujar Arif.
Ia menambahkan, edukasi pengelolaan sampah sejak dini sangat krusial guna mencegah penumpukan limbah berbahaya di daerah terpencil pada masa depan. Mahasiswa dinilai memegang peran kunci dalam mentransfer ilmu pemilahan dan pemanfaatan sampah kepada masyarakat lokal di daerah asal mereka.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Lebih lanjut, legislator asal Papua Pegunungan itu mewanti-wanti agar potensi masalah lingkungan tidak diabaikan, meskipun volume sampah di wilayah pegunungan saat ini relatif masih kecil. Penanganan yang lambat dan acuh berisiko memicu krisis ekologi yang lebih besar serta merusak ekosistem khas Pegunungan Bintang.
"Pengelolaan sampah yang tepat tidak hanya mencegah bahaya kesehatan dan kerusakan lingkungan, tetapi juga mampu mendatangkan keuntungan finansial bagi masyarakat," tegasnya.
Melalui bimbingan teknis ini, pemerintah bersama parlemen terus mendorong keterlibatan aktif mahasiswa agar teori pengelolaan lingkungan yang didapat dapat dipraktikkan secara konsisten demi menjaga kelestarian alam Papua Pegunungan.

















































































