Ikuti Kami

Sigit Harapkan Dana CSR Jadi Solusi Pembangunan

Dana corporate social responsibility (CSR) diharapkan menjadi sumber pendanaan alternatif dalam pembangunan tanpa membebani APBD.

Sigit Harapkan Dana CSR Jadi Solusi Pembangunan
Anggota DPRD Kota Palangkaraya Sigit Widodo.

Palangkaraya, Gesuri.id – Anggota DPRD Kota Palangkaraya Sigit Widodo mengatakan dana program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) menjadi sumber pendanaan alternatif dalam pembangunan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

"Dalam melaksanakan pembangunan pemerintah daerah juga harus 'update' dan membuka pergaulan seluas-luasnya, termasuk memanfaatkan jaringan di pemerintah pusat. Selain itu, juga harus bisa memanfaatkan CSR perusahaan yang ada untuk mengatasi kekurangan anggaran," kata dia di Palangkaraya, Jumat (14/2),

Baca: Tanggapi Video Viral, Rieke Minta Hal ini ke Bos PT KAI

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, memanfaatkan dana CSR bukan kelemahan pemerintahan tetapi bentuk keberhasilan mengoptimalkan potensi daerah dalam pembangunan.

Dia mengatakan dalam melaksanakan pembangunan, baik fisik maupun nonfisik, pemerintah jangan hanya mengandalkan APBD dan APBN, tetapi juga harus melibatkan sektor swasta.

"Jika Pemerintah Kota Palangkaraya mampu mengoptimalkan dana CSR seluruh perusahaan swasta yang ada maka pembangunan akan semakin cepat. Namun, kami melihat sampai saat ini, belum dilaksanakan secara optimal," katanya.

Padahal, katanya, sejumlah pemerintah daerah lainnya, seperti Kota Surabaya, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Labuhanbatu sudah mampu memanfaatkan dana CSR untuk membiayai program pembangunan.

Untuk itu, dia meminta pemerintah kota harus memiliki konsep yang matang dalam program pembangunan.

Misalnya, katanya, pemerintah memiliki konsep dan denah tata ruang untuk membangun taman, maka selanjutnya gagasan itu diserahkan kepada perusahaan agar dilakukan pembangunan menggunakan dana CSR.

"Jika perlu pemerintah bisa memberikan apresiasi dengan mengizinkan perusahaan menulis nama atau logo perusahaan di fasilitas yang dibangun. Cara-cara seperti ini yang harus terus dikembangkan karena kita tahu APBD kita terbatas," katanya.

Sigit meminta pemerintah kota semakin kreatif dan inovatif mengatasi keterbatasan anggaran.

Baca: Rifqinizamy Dapat Kehormatan Resmikan Infrastruktur Rakyat

Dua hal itu, katanya, ditambah kemampuan memanfaatkan jejaring diperlukan untuk mempercepat jalannya pembangunan di daerah.

"Kami harap pejabat di Pemerintahan Kota Palangkaraya tak hanya terjebak dengan rutinitas mengerjakan program yang sudah ada. Selalu kembangkan inovasi, kreativitas, dan jejaring agar kita mampu mengejar ketertinggalan dari daerah yang lebih maju," katanya.

Quote