Yogyakarta, Gesuri.id – Kabupaten Sleman kini resmi masuk dalam jajaran wilayah dengan level digitalisasi tinggi. Berdasarkan asesmen terbaru, indeks digitalisasi Sleman telah menyentuh angka 89 persen.
Meskipun menorehkan capaian yang positif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berkomitmen untuk terus berbenah demi mencapai digitalisasi penuh atau skor 100 persen. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati (Wabup) Sleman, Danang Maharsa.
"Sleman masih memerlukan peningkatan di beberapa sektor agar transaksi digital dapat terealisasi sepenuhnya dan mencapai skor 100 persen," ujar Danang seusai mengikuti High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) DIY di Yogyakarta, Kamis (16/7).
Pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, ini berfokus pada penguatan ekosistem digital pemerintah daerah (pemda). Fokus utamanya adalah optimalisasi digitalisasi transaksi pendapatan dan belanja daerah.
Baca: Ini Cerita Ganjar Yang Pernah Tinggal di Kontrakan & Hampir Putus
Momentum HLM kali ini juga ditandai dengan dua agenda strategis:
1. Peluncuran Fisik Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen pemerintah.
2. Penandatanganan kesepakatan digitalisasi transaksi pendapatan dan belanja daerah oleh seluruh kepala daerah se-DIY.
Langkah ini dirancang untuk mempertahankan status Pemda Digital pada indeks Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) DIY, mendongkrak transaksi nontunai, serta menyusun program kerja tahun 2026 sebagai tindak lanjut dari Rakornas P2DD 2025.
Menurut Danang, berdasarkan masukan dari Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, transaksi digital kini bukan lagi sekadar pelengkap atau formalitas.
"Ini adalah bagian utama yang wajib dilakukan pemda demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD)," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan bahwa esensi transformasi digital adalah reformasi tata kelola pemerintahan. Digitalisasi harus mampu meningkatkan pendapatan, menertibkan belanja, mempercepat layanan, memperkuat akuntabilitas, serta memudahkan masyarakat.
"Teknologi hanyalah sarana. Nilainya terletak pada kemanfaatannya. Jangan sampai digitalisasi justru melahirkan berbagai sistem yang berjalan sendiri-sendiri," tegas Sri Sultan.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
Sultan menekankan tiga fondasi utama yang wajib dijaga bersama:
- Integrasi data antarsektor.
- Keseragaman standar sistem.
- Keamanan informasi yang kuat.
Secara khusus, Sultan meminta Bank BPD DIY untuk mengambil peran lebih agresif sebagai penghubung ekosistem. BPD DIY tidak boleh hanya menyediakan instrumen transaksi, tetapi juga wajib melakukan pendampingan pengguna, memperluas jaringan, hingga memperkuat kapasitas aparatur.
Sultan mengingatkan agar proses digitalisasi ini tetap berjalan inklusif. Artinya, pemda tidak boleh melupakan kemudahan akses bagi kelompok lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan konektivitas internet.

















































































