Ikuti Kami

Sosialisasi Empat Pilar, Yulius Setiarto Tekankan Pentingnya Menjaga Persatuan Bangsa

Pemahaman terhadap Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa.

Sosialisasi Empat Pilar, Yulius Setiarto Tekankan Pentingnya Menjaga Persatuan Bangsa
Anggota Komisi l DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Banten III, Yulius Setiarto.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi l DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Banten III, Yulius Setiarto, menegaskan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan harus terus digemakan di tengah masyarakat, terutama di era digital yang ditandai dengan derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi. 

Menurutnya, pemahaman terhadap Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

“Kegiatan ini namanya Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Ini adalah program dari MPR, sehingga setiap anggota MPR memiliki kewajiban untuk turun ke masyarakat dan melakukan sosialisasi. Kenapa ini penting? Karena empat pilar kebangsaan ini adalah sokoguru berdirinya Republik. Maka harus selalu digemakan, digaungkan dan disosialisasikan kepada masyarakat,” kata Yulius.

Pernyataan tersebut disampaikan Yulius saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Rumah Marhaen, Desa Padajaya, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/8/2026). Kegiatan itu dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, A.Ak., Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Paoji Nurjaman, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi Raden, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PDI Perjuangan Dapil VI Anang Janur, kader PDI Perjuangan, serta sejumlah undangan lainnya.

Menurut Yulius, semakin masyarakat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, maka semakin kuat pula soliditas dan solidaritas sebagai sesama anak bangsa. Ia menegaskan, Pancasila tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Kalau masyarakat tahu, paham dan mengerti, maka soliditas dan solidaritas kita sebagai sesama anak bangsa akan semakin kuat. Nilai-nilai Pancasila harus terlihat dalam perilaku kita, seperti menghargai perbedaan, membantu sesama, menjaga persatuan dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah,” ucapnya.

Yulius berharap kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai proses pembangunan di daerah. Menurutnya, masyarakat harus menjadi subjek pembangunan yang aktif menyampaikan aspirasi dan berpartisipasi dalam berbagai program pemerintah.

“Harapannya tentu saja dengan kegiatan ini masyarakat, khususnya di Jampangkulon dan wilayah Pajampangan, bisa semakin terlibat dalam setiap gerak pembangunan yang ada di Sukabumi. Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga ikut berperan dan menyampaikan aspirasinya,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara masyarakat dengan para wakil rakyat sebagai sarana menyerap berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi warga.

“Pertemuan seperti ini penting karena kita bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan masyarakat. Aspirasi itu harus diserap, dikawal dan diperjuangkan secara berkelanjutan melalui jalur yang tersedia,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Yulius berharap pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan dapat semakin memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman latar belakang, pandangan, maupun kepentingan.

“Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk terpecah. Justru dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, kita harus mampu hidup berdampingan, saling menghormati dan bergotong royong untuk membangun daerah serta bangsa,” pungkas Yulius.

Quote