Ikuti Kami

Tom Lembong: Gaji Guru Rp20 Juta per Bulan Butuh Kemauan dan Idealisme

Tom kemudian memaparkan perhitungan mengenai kebutuhan anggaran untuk memberikan gaji yang layak kepada tenaga pengajar di Indonesia.

Tom Lembong: Gaji Guru Rp20 Juta per Bulan Butuh Kemauan dan Idealisme

Jakarta, Gesuri.id - Mantan Menteri Perdagangan RI, Tom Lembong, menilai peningkatan kesejahteraan guru dan kepala sekolah harus menjadi prioritas dalam pembangunan pendidikan nasional.

Menurutnya, pemberian gaji Rp20 juta per bulan bagi setiap guru di Indonesia merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa yang dapat diwujudkan melalui kemauan politik dan idealisme.

Hal tersebut disampaikan Tom Lembong dalam acara Millenium Public Pulse di Jakarta, Rabu (28/10/2026), yang mengusung tema “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Kemanusiaan”. Ia menegaskan bahwa guru dan kepala sekolah merupakan garda terdepan dalam membangun kualitas pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas.

“Kalau kita formulasikan pendidikan sebagai hal yang fundamental, saya sangat-sangat percaya itu. Memang saya benar sekaligus garda terdepan adalah guru dan kepala sekolah,” ujar Tom.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Tom kemudian memaparkan perhitungan mengenai kebutuhan anggaran untuk memberikan gaji yang layak kepada tenaga pengajar di Indonesia. Dengan asumsi gaji sebesar Rp20 juta per bulan dan pembayaran selama 14 bulan dalam setahun, termasuk tunjangan hari raya (THR) dan bonus, ia memperkirakan total kebutuhan anggaran mencapai Rp1.200 triliun per tahun.

“Dan saya ngitung-ngitung, katakan kita memberikan setiap guru Indonesia gaji Rp20 juta per bulan dikalikan 14 bulan per tahun, THR bonus. Hitungan saya, di Indonesia ada kira-kira 4,2 juta tenaga pengajar,” katanya.

Ia menjelaskan, jumlah tersebut perlu dilihat dalam konteks kapasitas perekonomian nasional. Menurut perhitungannya, APBN Indonesia mencapai sekitar Rp4.000 triliun per tahun, sedangkan total perekonomian nasional berada pada kisaran Rp20.000 triliun hingga Rp25.000 triliun.

“Kalau dikali-kali, itu jumlahnya adalah Rp1.200 triliun per tahun. APBN kita Rp4.000 triliun per tahun. Perekonomian kita totalnya katakan antara Rp20.000 sampai Rp25.000 triliun,” ungkapnya.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Tom mempertanyakan apakah Indonesia mampu mengalokasikan sekitar lima persen dari total perekonomian nasional setiap tahun untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

“Apakah kita bisa mengalokasikan kira-kira 5% dari ekonomi kita setiap tahun untuk gaji guru yang layak? Memang saya sangat-sangat bisa. Hanya diperlukan kemauan. Hanya diperlukan dari idealisme,” tegas Tom.

Ia menilai, gagasan tersebut bukan semata-mata persoalan pengeluaran anggaran, melainkan investasi strategis bagi masa depan Indonesia. Peningkatan kesejahteraan tenaga pengajar, menurutnya, perlu ditempatkan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional.

“Tapi terus terang, ini adalah investasi. Masa depan bangsa. Ini contoh di mana idealisme maupun pragmatis,” ujarnya.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

Selain menyoroti persoalan pendidikan, Tom juga mengingatkan pentingnya keberanian masyarakat dalam menghadapi momentum sejarah. Ia mengajak masyarakat untuk berani mengambil sikap berdasarkan suara hati nurani, sekalipun keputusan tersebut mengandung risiko.

“Dalam waktu tidak terlalu lama dari sekarang, Sejarah akan memanggil. Dan kita harus menjawab. Kita harus menunjukkan keberanian,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa keputusan yang diambil pada masa kini akan menjadi bagian dari cerita yang kelak disampaikan kepada generasi berikutnya. Karena itu, setiap orang perlu memastikan bahwa tindakannya selaras dengan nilai kebenaran dan keadilan.

“Dan, moga-moga kita semua dengan bangga bisa mengatakan saya menjawab panggilan Sejarah. Saya menjawab suara nurani saya. Meskipun sulit, meskipun berisiko, meskipun berbahaya, saya melangkah ke depan dengan penuh keyakinan bahwa saya memperjuangkan kebenaran dan keadilan,” pungkasnya.

 

Millennium Public Pulse 28 merupakan wadah bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan, bertukar perspektif, memahami kebijakan publik, serta mengawal isu-isu strategis bangsa. Kegiatan ini diselenggarakan secara rutin setiap tanggal 28 setiap bulan sebagai bagian dari rangkaian menuju puncak peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2028.

Quote