Kota Bekasi, Gesuri.id - Warga Kota Bekasi mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah di lingkungan karena dapat berdampak pada kesehatan. Imbauan tersebut disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Rabu (23/9/2026).
Menurut Tri, pembakaran sampah dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Salah satunya meningkatkan risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan kesehatan lainnya.
"Saya selalu sampaikan kepada masyarakat bahwa pembakaran sampah itu lebih jahat, lebih kejam untuk merusak paru-paru kita. Jadi hindari betul membakar sampah, apa pun sampahnya, apalagi sampah plastik," katanya.
Mengingat dampak pembakaran sampah, Pemkot Bekasi juga menaruh perhatian terhadap lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Lahan TPA rentan terbakar pada musim kemarau akibat reaksi gas metan dari tumpukan sampah.
Untuk mencegah kebakaran di lahan TPA, Pemkot Bekasi rutin melakukan penyemprotan cairan ekoenzim. Penyemprotan dilakukan menggunakan mobil tangki Dinas Lingkungan Hidup dan Pemadam Kebakaran Kota Bekasi.
"Kita upayakan menekan gas metan di lahan TPA yang sumbernya dari sampah yang bisa memicu kebakaran. Makanya kami terus lakukan penyemprotan cairan ekoenzim," katanya.
Tri menambahkan penyemprotan ekoenzim juga dilakukan di sejumlah ruas jalan. Menurutnya, ekoenzim juga dapat dimanfaatkan untuk membantu memperbaiki kualitas lingkungan.
"Cairan ekoenzim itu bermanfaat untuk mengikat udara yang terkena radikal bebas. Makanya kita secara berkala melakukan penyemprotan cairan tersebut di jalan-jalan," ujarnya.

















































































