Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPRD Medan, Drs Wong Cun Sen, mendorong Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak tegas dalam mengusut dugaan praktik korupsi di jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Medan. Ia menilai langkah ini penting untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan penggunaan anggaran yang tepat sasaran.
“Usut tuntas segala bentuk korupsi di jajaran Pemko Medan. Kita minta kepada APH supaya menegakkan hukum dengan benar tanpa pandang bulu dan tidak tajam ke bawah tumpul ke atas,” kata Drs Wong Cun Sen, Sabtu (15/11).
Wong Cun Sen menegaskan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, banyak indikasi penyimpangan anggaran di sejumlah OPD Pemko Medan. Karena itu, ia meminta APH untuk menindaklanjuti berbagai dugaan tersebut agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Bersihkan segala bentuk yang kotor berupa korupsi di Pemko Medan. Sehingga ke depan benar benar berjalan pemerintahan yang bersih,” ujar Wong Cun Sen, politisi PDI Perjuangan itu.
Ia menambahkan bahwa sebelum masa kepemimpinan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, periode 2024–2029, dugaan pelanggaran dan penyimpangan masih cukup banyak ditemukan di kalangan ASN Pemko Medan. Kehadiran APH diharapkan dapat mengusut seluruh potensi tindak pidana korupsi itu hingga tuntas.
Selain mendorong penindakan, Wong Cun Sen juga meminta Wali Kota Medan Rico Waas untuk selektif dalam memilih dan melantik pejabat ASN di OPD Pemko Medan. Menurutnya, proses penempatan jabatan harus benar-benar dilakukan secara ketat agar tidak terjadi lagi kasus pejabat yang baru dilantik langsung tersangkut masalah hukum.
Diketahui dalam satu pekan terakhir, tiga pejabat Pemko Medan tersangkut persoalan hukum. Mereka adalah mantan Camat Medan Polonia, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Medan Benny Iskandar Nasution, serta Kepala Dinas Perhubungan Medan, Erwin Saleh, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Medan.
Eks Camat Medan Polonia terseret kasus penyalahgunaan BBM, sementara Benny Iskandar Nasution dan Erwin Saleh terlibat dugaan korupsi kegiatan Medan Fashion Festival (MFF) Tahun Anggaran 2024, dengan estimasi kerugian negara mencapai sekitar Rp1,13 miliar.
Wong Cun Sen berharap pengusutan yang tegas oleh APH dan seleksi pejabat yang ketat oleh Wali Kota dapat menjadi momentum penting untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan di Kota Medan.

















































































